SERANG – Hubungan erat antara penguatan nilai historis daerah dan penyiapan generasi muda menjadi fokus utama dalam silaturahmi akbar para tokoh Banten yang berlangsung di Pondok Pesantren KH Embay Mulya Syarif, Serang, Banten, Minggu (12/7/2026).
Forum lintas generasi ini diinisiasi sebagai ruang kolaborasi untuk mendorong kontribusi kolektif demi kemajuan daerah dan nasional.
Secara sosiologis dan historis, Banten memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan figur-figur yang menorehkan pengaruh besar bagi perjalanan bangsa. Di ranah ketatanegaraan dan pemerintahan, wilayah ini mencatatkan nama Safrudin Prawiranegara (Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia/PDRI), Suryadi Sudirja (Gubernur DKI Jakarta), hingga Wakil Presiden Ke-13 RI Prof Dr KH Ma’ruf Amin.
Sementara di panggung internasional, ketokohan Banten diwakili oleh ulama besar Syaikh Nawawi Al-Bantani, yang tradisi intelektual dan literatur keislamannya masih dipelajari di berbagai negara hingga saat ini.
Ketua Umum Persatuan Urang Banten (PUB) Komjen Pol (Purn) Taufikurrahman Ruki menekankan pentingnya menjembatani pengalaman para tokoh yang tengah mengemban amanah negara dengan visi masa depan generasi muda.
Menurut dia, transfer pengalaman dan keteladanan menjadi kunci keberlanjutan kepemimpinan.
“Penting untuk menghadirkan tokoh-tokoh Banten yang sedang mengemban amanah negara agar dapat berbagi pengalaman secara langsung kepada generasi muda,” ujar mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman, yang hadir sebagai salah satu pembicara utama, membagikan refleksi perjalanan hidupnya.
Putra asli Pandeglang yang merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1999 dan peraih penghargaan Adhi Makayasa ini menggarisbawahi bahwa pencapaian profesi harus berakar pada integritas moral yang kuat.
Menurut Iftitah, konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai tauhid yang diyakini dalam hati, diucapkan secara lisan, dan diwujudkan melalui amal perbuatan serta kepatuhan kepada orangtua menjadi fondasi utama dalam memikul tanggung jawab publik.
Saat ini, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Transmigrasi tengah merumuskan cetak biru program transmigrasi yang lebih modern, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.
“Mari kita memberikan karya terbaik bagi bangsa dan negara. Buktikan bahwa urang Banten tidak hanya mampu bersinar di daerah sendiri atau di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersinar di tingkat dunia,” kata Iftitah.
Pandangan senada mengenai penguatan simpul kerja sama disampaikan oleh Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar yang juga Anggota DPR RI, Dr KH Jazuli Juwaini.
Ia mengusulkan agar pertemuan antar-pemangku kepentingan seperti ini dapat diinstitusikan secara berkala, sedikitnya setiap tiga bulan sekali.
Jazuli menjelaskan, kontribusi lembaga kemasyarakatan seperti Mathla’ul Anwar kini terus memperluas cakupannya.
Tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan melalui jaringan pesantren dan perguruan tinggi, tetapi juga mulai merambah ke penguatan sektor kesehatan masyarakat melalui pengembangan jaringan klinik dan rumah sakit.
Pertemuan ini dihadiri oleh spektrum tokoh yang luas, mencakup kalangan akademisi seperti Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Prof Dr Fatah Sulaiman dan Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Dr Mufti Ali. Hadir pula mantan Menteri Pertanian Dr Anton Apriantono, perwakilan DPD RI Dr Ade Yuliasih, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta jajaran pemerintah daerah dan legislatif.
Apresiasi terhadap pelaksanaan forum ini turut disampaikan oleh Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) sekaligus Pendiri Gaido Group, M Hasan Gaido.
Ia menilai kepedulian para tokoh senior dalam merawat ruang komunikasi ini sangat krusial.
“Siapa pun yang mendapat amanah jabatan hendaknya menjadikan Banten semakin maju dan modern, tanpa harus kehilangan nilai-nilai budaya dan jati diri masyarakatnya,” tutur Hasan.
Menutup rangkaian pertemuan, Taufikurrahman Ruki yang kini menginjak usia 80 tahun menitipkan pesan reflektif tentang hakikat pengabdian.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengutamakan persaudaraan dan gotong royong.
Sebab pada akhirnya, warisan terbaik dari seorang pimpinan di ruang publik adalah rekam jejak kebajikan dan kemaslahatan yang ditinggalkan bagi masyarakat luas. (*)
- Pastikan Anak di Pesantren dan Madrasah Aman, Kementerian Agama Luncurkan Gernas RANA - 12 Juli 2026
- Muhammadiyah Kota Makassar Bareng Komunitas Muslim Tionghoa Perkuat Dakwah Inklusif - 12 Juli 2026
- MAN 2 Kota Makassar Raih Gold dan Silver Medal Indonesian Young Scientist Association - 12 Juli 2026
