Luwu Utara Nyatakan Dukung IAS di Musda Golkar Sulsel

Sulsel3 Dilihat

MAKASSAR – Peta dukungan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin mengerucut. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Luwu Utara secara resmi menyatakan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Sikap politik tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen DPD II Golkar Luwu Utara untuk tegak lurus terhadap arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dalam proses suksesi kepemimpinan partai di tingkat provinsi.

Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus di daerahnya siap menjalankan setiap keputusan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh DPP Partai Golkar.

Menurutnya, dukungan kepada IAS merupakan wujud loyalitas organisasi sekaligus komitmen menjaga soliditas partai menjelang pelaksanaan Musda.

Penyerahan surat rekomendasi dukungan dilakukan pada Minggu (5/7/2026) di Rumah Makan Bahari, Makassar.

Surat dukungan tersebut diserahkan oleh Sekretaris DPD II Partai Golkar Luwu Utara, Amrillah, yang hadir mewakili kepengurusan DPD II.

Prosesi penyerahan turut didampingi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Daerah Pemilihan XI, Jasrum, sebagai bentuk dukungan terhadap langkah politik yang diambil DPD II Golkar Luwu Utara.

Dukungan resmi dari Luwu Utara dinilai semakin memperkuat posisi Ilham Arief Sirajuddin dalam kontestasi perebutan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Sejumlah DPD II di berbagai kabupaten dan kota sebelumnya juga telah menyatakan dukungan kepada mantan Wali Kota Makassar tersebut.

Mengalirnya dukungan dari berbagai daerah menunjukkan besarnya kepercayaan kader terhadap kepemimpinan IAS untuk membawa Partai Golkar Sulawesi Selatan menghadapi agenda politik mendatang.

Dengan bertambahnya dukungan dari DPD II Golkar Luwu Utara, dinamika menuju Musda XI Partai Golkar Sulsel diperkirakan akan semakin menarik. Konsolidasi internal partai pun terus dilakukan guna memastikan proses pemilihan berlangsung solid, demokratis, dan tetap mengedepankan semangat persatuan di tubuh Partai Golkar (*)