Bantu Petani Rumput Laut di Bulukumba, PLN Pusmanpro UPMK V-IZI Sulsel Hadirkan Mesin hingga Bibit

Bulukumba23 Dilihat

BULUKUMBA – PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi (PUSMANPRO-UPMK) V bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026.

Kali ini, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan budidaya rumput laut di Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Rabu (24/6/2026).

Program ini menyasar kelompok pembudidaya rumput laut dengan memberikan bantuan berupa mesin pengering, bibit rumput laut berkualitas, serta pendampingan teknis untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil budidaya masyarakat pesisir.

Manager PT PLN (Persero) PUSMANPRO-UPMK V, Ridwan Harjono, mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi antara PLN dan IZI Sulawesi Selatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Program yang kita laksanakan hari ini merupakan hasil kolaborasi antara PT PLN (Persero) PUSMANPRO-UPMK V dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Selatan. Kami berharap seluruh rangkaian program, mulai dari proses perencanaan hingga peluncuran, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi melalui budidaya rumput laut,” ujar Ridwan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap penyerahan semata. PLN bersama IZI akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar program benar-benar memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Ke depan kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi agar program ini memberikan manfaat secara berkelanjutan. Harapan kami, bantuan ini tidak berhenti pada saat penyerahan saja, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Dannuang dalam jangka panjang,” katanya.

Selain menyalurkan sarana produksi, program TJSL juga menghadirkan pendampingan kepada kelompok pembudidaya mengenai teknik budidaya yang baik, penguatan kapasitas usaha, hingga pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah di pasaran.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut membawa perubahan nyata dalam aktivitas sehari-hari.

Salah seorang penerima manfaat, Novi Reskika, mengaku mesin pengering yang diberikan sangat membantu keluarganya dalam mengolah hasil panen rumput laut.

Selama ini, proses pengeringan masih mengandalkan sinar matahari sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Sebagai ibu rumah tangga, saya juga membantu suami dalam usaha budidaya rumput laut. Sebelum mendapatkan bantuan dari PLN, kami mengeringkan rumput laut hanya mengandalkan sinar matahari. Setelah menerima bantuan berupa mesin pengering, pekerjaan kami menjadi jauh lebih mudah dan proses pengeringan bisa lebih efektif. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kelurahan Dannuang,” ungkap Novi.

Hal senada disampaikan Rusli, penerima manfaat lainnya. Ia menilai bantuan mesin pengering dan bibit rumput laut menjadi modal penting untuk meningkatkan hasil budidaya yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PLN (Persero) PUSMANPRO-UPMK V dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) atas bantuan berupa mesin dan bibit rumput laut. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung usaha budidaya yang kami jalankan. Semoga segala kebaikan dan kepedulian yang diberikan menjadi amal ibadah serta mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” tutur Rusli.

Budidaya rumput laut selama ini menjadi salah satu sektor unggulan masyarakat pesisir Bulukumba. Melalui dukungan teknologi sederhana seperti mesin pengering, kualitas hasil panen diharapkan meningkat, waktu produksi menjadi lebih efisien, dan nilai jual rumput laut semakin tinggi.

PLN PUSMANPRO-UPMK V bersama IZI Sulawesi Selatan berharap Program TJSL Tahun 2026 ini mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor kelautan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Bulukumba.

Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan. (*)