MAKASSAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MAN 3 Kota Makassar. Madrasah ini sukses mencetak sejarah dengan meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) lewat gerakan penanaman 1.000 pohon palem, sekaligus mengharumkan nama Indonesia setelah meraih dua gelar juara dunia robotik.
Dua capaian prestisius tersebut disampaikan Kepala MAN 3 Kota Makassar, H. Zulfikah Nur, saat bersilaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, di Makassar, Rabu (1/7/2026).
Prestasi itu sekaligus menegaskan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pembinaan karakter dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di bidang teknologi serta menjadi pelopor gerakan pelestarian lingkungan.
Rekor MURI diberikan kepada MAN 3 Kota Makassar sebagai sekolah keagamaan pertama di Indonesia yang berhasil melaksanakan penanaman 1.000 pohon palem di lingkungan madrasah. Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada 23 Juni 2026.
Gerakan penghijauan itu bermula pada 25 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional. Seluruh warga madrasah terlibat dalam aksi penanaman pohon sebagai bagian dari implementasi Program Penguatan Ekoteologi Kementerian Agama.
Menariknya, pohon palem ke-1.000 ditanam langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, sebagai simbol selesainya gerakan penghijauan tersebut.
Ali Yafid mengaku bangga atas capaian luar biasa yang diraih MAN 3 Kota Makassar.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus pendidikan.
“Selamat kepada keluarga besar MAN 3 Kota Makassar atas penghargaan MURI yang berhasil diraih. Ini merupakan capaian yang membanggakan bagi dunia madrasah di Sulawesi Selatan. Saya berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya untuk mengembangkan gerakan ekoteologi sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing,” ujar Ali Yafid.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menjaga budaya cinta lingkungan di lingkungan madrasah.
“Yang terpenting bukan hanya meraih penghargaan, tetapi bagaimana pohon-pohon yang telah ditanam terus dirawat dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya seluruh warga madrasah,” katanya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Makassar, H. Zulfikah Nur, mengatakan penghargaan MURI merupakan hasil kerja sama seluruh warga madrasah.
Menurutnya, gerakan menanam 1.000 pohon palem bukan sekadar memenuhi target penghijauan, melainkan bagian dari pendidikan karakter agar peserta didik memiliki kepedulian terhadap alam sejak dini.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar MAN 3 Kota Makassar. Kami ingin menjadikan madrasah sebagai ruang belajar ekoteologi, tempat lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak mulia, sekaligus mencintai lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan ribuan pohon palem kini telah mengubah wajah madrasah menjadi lebih hijau dan teduh, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Tak hanya sukses di bidang lingkungan, MAN 3 Kota Makassar juga mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi di bidang teknologi. Tim robotik madrasah tersebut berhasil meraih dua gelar juara dunia dalam kompetisi robotik internasional, membuktikan kemampuan siswa madrasah mampu bersaing di tingkat global.
Keberhasilan ganda tersebut mendapat apresiasi luas karena menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan torehan Rekor MURI dan gelar juara dunia robotik, MAN 3 Kota Makassar kini menjadi salah satu madrasah yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Indonesia untuk terus berinovasi, membangun budaya peduli lingkungan, dan mencetak generasi berkarakter yang siap menghadapi tantangan global. (*)
