JENEPONTO – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menghadirkan inovasi edukasi keagamaan bagi masyarakat melalui pelatihan pengukuran arah kiblat menggunakan Tongkat Istiwa.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Iman Buludoang, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Rabu (15/7/2026).
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program PKM-PM yang didanai Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Tahun 2026.
Tim bertajuk “Arah Sejuta Umat” dipimpin oleh Ramdhani Saputra bersama anggota Ayu Soraya, Nur Fitrani dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, serta Ibrohim dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada masyarakat dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah dan akurat, baik untuk masjid maupun area pemakaman.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang mudah dipahami masyarakat agar pelaksanaan ibadah benar-benar sesuai syariat. Pengukuran arah kiblat bukan sekadar teori, tetapi dapat dipraktikkan langsung dengan metode yang sederhana dan memiliki tingkat akurasi tinggi,” ujar Ketua Tim PKM-PM, Ramdhani Saputra.
Kegiatan dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, peserta mengikuti pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat mengenai arah kiblat, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang urgensi menghadap Ka’bah dalam pelaksanaan ibadah.
Sementara pada sesi kedua, peserta melakukan praktik pengecekan arah kiblat Masjid Nurul Iman Buludoang tepat pukul 17.27 Wita, bertepatan dengan fenomena astronomi Rashdul Kiblat (Istiwa A’zam), yakni saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah.
Pada momen tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah lurus ke Ka’bah sehingga menjadi waktu paling ideal untuk mengkalibrasi arah kiblat dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
Pelatihan diikuti pengurus masjid, pemerintah dusun, tokoh agama, imam masjid, hingga masyarakat sekitar yang antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Dosen pendamping PKM, Sartika, S.H., M.H., menegaskan bahwa program pendanaan PKM merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman arah kiblat yang benar masih cukup tinggi, sehingga mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di kelas, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata. Salah satunya melalui edukasi mengenai arah kiblat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat,” ujarnya.
Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman Buludoang, Andi Amran, SE., M.Si. Kr. Bungko, mengapresiasi kehadiran tim mahasiswa Unismuh Makassar yang memilih desanya sebagai lokasi pengabdian.
Ia mengaku selama ini masyarakat hanya menentukan arah kiblat berdasarkan perkiraan arah matahari terbenam, kompas, maupun mengikuti arah bangunan di sekitar.
“Kami sangat berterima kasih karena baru kali ini mendapatkan pelatihan khusus mengenai pengukuran arah kiblat. Selama ini kami hanya mengandalkan perkiraan. Hari ini kami juga mengetahui adanya fenomena Rashdul Kiblat yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat secara akurat,” katanya.
Berdasarkan hasil pretest, sebagian besar masyarakat mengaku belum pernah memperoleh edukasi mengenai metode ilmiah dalam menentukan arah kiblat.
Dalam pelatihan tersebut juga diketahui bahwa Masjid Nurul Iman Buludoang merupakan bangunan baru yang sebelumnya telah dikoreksi arah kiblatnya oleh Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto.
Setelah dilakukan pengecekan ulang menggunakan fenomena Rashdul Kiblat, hasilnya menunjukkan arah kiblat masjid telah sesuai dan akurat.
Penanggung jawab kegiatan, Nur Fitrani, menjelaskan rangkaian pengabdian tidak berhenti di masjid.
Pada hari kedua, Kamis (16/7/2026), tim kembali melaksanakan pengecekan arah kiblat di area pemakaman Dusun Buludoang sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya orientasi kiblat, tidak hanya dalam salat, tetapi juga dalam proses pemakaman jenazah.
“Melalui program Arah Sejuta Umat, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat sekaligus mampu menerapkan metode pengukuran yang sederhana, ilmiah, dan sesuai syariat dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (*)
- Buka Workshop Digitalisasi Madrasah, Kakankemenag Makassar: Kerja Tim Kunci Kemajuan di Era Digital - 15 Juli 2026
- Guru Besar Unhas Kalah di MA, Kuasa Hukum Desak Plt Rektor UNM Segera Jalankan Putusan - 15 Juli 2026
- Tim PKM Unismuh Makassar Latih Warga Jeneponto Ukur Arah Kiblat, Cek Akurasi Lewat Fenomena Rashdul - 15 Juli 2026
