KKG PAI Sulsel Resmi Dilantik, Dorong Penguatan Organisasi hingga Kompetensi Guru

INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Kementerian Agama Provinsi Sulsel resmi melantik Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Sulsel.

Kegiatan yang dihadiri pengurus Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan berlangsung di Hotel Denpasar, Jl Bolevard Makassar, Minggu (1/11/2026).

Pelantikan dan rapat kerja pengurus yang dirangkaikan pula dengan workshop pembelajaran mendalam dan penerapan CP 020.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd.I, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel H. Sopyan Akhmad, Ketua Tim Kerja Bidang PAIS SD, sejumlah Kepala Seksi PAIS Kemenag kabupaten/kota, para Pengawas PAI, serta ratusan GPAI dari berbagai daerah.

Ketua KKG PAI Sulsel, Hj. Andi Sukmawati, S.Ag., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama seluruh GPAI yang telah hadir.

Ia mengajak seluruh pengurus dan para guru PAI untuk menjaga kebersamaan, memperkuat kerja sama, dan terus berkontribusi meskipun organisasi masih memiliki keterbatasan pendanaan.

“Besarnya potensi sumber daya guru merupakan kekuatan utama organisasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan agama Islam,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris KKG PAI Sulsel, M. Fauzan Basri, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme GPAI.

Menurutnya, kehadiran lebih dari 200 guru dari seluruh kabupaten/kota menunjukkan besarnya potensi sumber daya manusia yang dimiliki KKG PAI dan perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi serta program-program yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kepengurusan, M. Fauzan Basri bersama seluruh pengurus berkomitmen mengawal hasil rapat kerja agar dapat diterjemahkan menjadi program nyata, terarah, dan memberikan manfaat bagi seluruh GPAI di Sulawesi Selatan.

“Mengawali kepengurusan yang baru diharapkan semakin solid, produktif, dan menjadi rumah bersama bagi para guru PAI untuk terus belajar, berkolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan agama Islam yang berkualitas dan berkarakter,” harapnya.

Terpisah disampaikan, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, dalam amanatnya menekankan pentingnya penguatan akhlak dan karakter sebagai fondasi utama pendidikan agama.

“Guru PAI tidak hanya bertanggung jawab mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam kedisiplinan, perilaku, dan pembentukan kepribadian peserta didik,” katanya.

Kakanwil juga mengajak GPAI mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan, seperti sipakatau, sipakalebbi, sipatokkong, dan siri’ na pacce dalam pendidikan karakter.

Selain itu, ia mendorong seluruh pengurus dan anggota KKG PAI untuk membangun persatuan melalui semangat mabbulo sibatang, sebagai filosofi kebersamaan dan kekuatan dalam persatuan.

“Selamat atas pelantikan, selamat mengemban amanah, terus membawa nama baik organisasi terus mengasa kompetensi sebagai guru PAI, sukses untuk kita semua,” harapnya. (*)