Wahab Tahir Sebut 4 Figur Layak Pimpin Golkar Makassar, Siapa Saja?

Makassar16 Dilihat

INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Bursa kandidat Ketua DPD II Partai Golkar Makassar mulai menghangat. Politisi senior Golkar, Abdul Wahab Tahir, menyebut empat figur yang dinilainya layak memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut untuk periode 2026–2031.

Wahab menilai, pemilihan ketua baru menjadi momentum penting bagi Golkar Makassar untuk mengembalikan kejayaan politiknya, terutama dalam meningkatkan perolehan kursi di parlemen dan merebut kembali posisi Ketua DPRD Makassar.

Anggota DPRD Makassar selama tiga periode, yakni 2009–2024, itu menilai Golkar membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta kemampuan membesarkan partai.

Pernyataan tersebut disampaikan Wahab setelah DPD II Partai Golkar Makassar menggelar rapat pleno untuk membentuk dan menetapkan struktur Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), Senin (26/10/2026).

Sebagai kader Golkar selama 26 tahun, Wahab menyebut terdapat empat figur yang menurutnya memiliki kapasitas untuk memimpin sekaligus membawa partai kembali kompetitif dalam kontestasi politik di Kota Makassar.

Keempat figur tersebut berasal dari kalangan eksternal dan internal partai.

Dari kalangan eksternal, Wahab menyebut Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan birokrat purnabakti Rahman Bando.

Sementara dari internal partai, ia menilai Ketua AMPI Sulawesi Selatan Andi Nurhaldin NH dan Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika Hasir juga layak dipertimbangkan.

“Menurut saya, empat orang ini paling pantas diberi amanah sebagai Ketua Golkar Makassar periode 2026–2031,” ujar Wahab.

Golkar Ditargetkan Kembali Kuasai Parlemen

Wahab mengatakan, pemimpin Golkar Makassar ke depan harus memiliki kemampuan memperkuat organisasi dan meningkatkan elektabilitas partai agar mampu meraih lebih banyak kursi di DPRD.

Menurutnya, kebangkitan Golkar tidak cukup hanya dengan pergantian kepemimpinan. Partai juga membutuhkan strategi dan kerja politik yang mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Ia menyoroti kondisi Golkar Makassar yang, menurut penilaiannya, dalam sekitar 10 tahun terakhir tidak lagi menguasai parlemen di tingkat kota.

Karena itu, ketua terpilih nantinya diharapkan mampu menyusun langkah strategis untuk memperkuat basis dukungan dan meningkatkan perolehan suara dalam pemilihan legislatif mendatang.

“Karena memenuhi kriteria membesarkan Partai Golkar dengan menambah jumlah perolehan kursi di parlemen agar kader Golkar kembali merebut kursi Ketua DPRD dan kembali memenangkan pilkada periode depan,” kata Wahab.

Ia berharap proses pemilihan ketua Golkar Makassar dapat menghasilkan figur yang mampu menyatukan kader serta membawa partai kembali menjadi kekuatan politik utama di Kota Makassar.

Bagi Wahab, kepemimpinan periode 2026–2031 akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah dan masa depan Golkar Makassar menghadapi agenda politik mendatang. (*)