Workshop Harmoni Asta Protas, Kemenag Sulsel Perkuat Budaya Melayani

INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid secara resmi membuka Workshop Harmoni Asta Protas Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Lingkup Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 28 hingga 30 Oktober 2026, mengusung tema “Harmoni Asta Protas: Sinergi Layanan Keagamaan, Pemberdayaan Rumah Ibadah dan Kesadaran Ekologis.”

Workshop ini dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, para Ketua Tim Kerja pada Bidang Urais, Serta Kepala Seksi Bimas Islam se-Sulawesi.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Layani semua orang, jangan membeda-bedakan masyarakat dalam memberikan pelayanan. masyarakat sangat membutuhkan kita, sehingga kehadiran Kementerian Agama harus benar-benar dirasakan melalui layanan yang baik, ramah, dan profesional,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota agar meneruskan arahan tersebut kepada seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah masing-masing, sehingga semangat pelayanan dapat diwujudkan secara nyata di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Selain penguatan layanan,H. Ali Yafid turut menekankan pentingnya pengembangan layanan berbasis digital sebagai bagian dari transformasi pelayanan keagamaan.

Menurutnya, digitalisasi harus terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan Kementerian Agama secara cepat dan efektif.

Dalam kaitannya dengan kesadaran ekologis, Kakanwil mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk menggerakkan para calon pengantin agar menanam pohon atau tanaman yang bermanfaat bagi lingkungan.

Ia juga mendorong setiap KUA agar senantiasa menjaga kebersihan, keasrian, dan kenyamanan lingkungan kantor, sehingga masyarakat yang datang memperoleh suasana pelayanan yang menyenangkan.

“Ekoteologi merupakan upaya peningkatan kualitas iman berbasis lingkungan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari praktik keagamaan dan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Pelaksana Bidang Urais, H. Abdul Gaffar, menyampaikan sejumlah capaian kinerja yang berhasil diraih Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel sepanjang tahun 2026.

Di antaranya, prestasi KUA Bontoa Kabupaten Maros yang meraih peringkat II nasional dalam program The Most KUA Move for Sakinah Maslahat. Selain itu, Bidang Urais juga meraih peringkat II Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Triwulan III Tahun Anggaran 2026 serta menempati peringkat IV nasional dalam jumlah pengguna aplikasi Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan (ELIPSKI).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan sinergi seluruh jajaran Urais, mulai dari tingkat Kanwil hingga KUA di kabupaten dan kota.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Selatan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan workshop, Kabid Urais Kanwil Kemenag Sulsel, H. Abdul Gaffar turut memberikan arahan kepada seluruh peserta agar menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, dan mengoptimalkan pelaksanaan program Asta Protas di bidang Urusan Agama Islam.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian administrasi dan penghargaan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, seluruh jajaran Urais harus mampu menerjemahkan kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama ke dalam pelayanan yang responsif, adaptif, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.

Penguatan layanan keagamaan, pemberdayaan rumah ibadah, pengembangan literasi keagamaan, transformasi digital, serta peningkatan kesadaran ekologis menjadi bagian penting yang perlu terus dikembangkan secara bersama-sama.

Melalui workshop ini, diharapkan seluruh jajaran Bidang Urais Kemenag Sulsel semakin solid dalam mengimplementasikan program Asta Protas, memperkuat kolaborasi lintas satuan kerja, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat. (*)