INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Rusdi Hartono, resmi dimutasi kurang dari sebulan setelah aksi demonstrasi berujung pembakaran Gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel pada 29 Agustus 2025 lalu.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ST/1719/IX/KEP./2025 tertanggal 25 September 2025.
Rusdi digeser menjadi Perwira Tinggi Bareskrim Polri, sementara posisinya digantikan Irjen Pol Winarto yang sebelumnya menjabat Kapolda Lampung.
Pembakaran gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel memicu sorotan publik lantaran aparat kepolisian dinilai minim terlihat di lokasi saat peristiwa terjadi.
Sejumlah media melaporkan massa leluasa membakar fasilitas negara tanpa pengamanan berarti, meski polisi membantah sengaja “menghilang” dan menyebut keterbatasan personel serta peralatan sebagai kendala.
Kerugian akibat pembakaran ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Polisi telah menetapkan sejumlah tersangka, termasuk aktor lapangan yang diduga memimpin massa dalam aksi anarkis tersebut.
Mutasi Komandan Brimob
Sebanyak 60 perwira dimutasi pada akhir September 2025 ini.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa pergeseran jabatan merupakan hal rutin di tubuh Polri.
Menurutnya, rotasi dilakukan untuk penyegaran, pembinaan karier, sekaligus memperkuat kinerja organisasi agar tetap adaptif menghadapi dinamika tugas ke depan.
“Perubahan ini bagian dari upaya pengembangan sumber daya dan memperkokoh institusi, agar Polri mampu memberi perlindungan, pelayanan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Trunoyudo, Jumat (26/9/2025).
Dalam rotasi kali ini, posisi penting di Korps Brimob mengalami perombakan.
Irjen Pol Ramdani Hidayat ditunjuk sebagai Komandan Korps Brimob, sementara Brigjen Pol Reza Arief Dewanto mengisi kursi Wakil Komandan.
Pergantian juga menyentuh jajaran Gegana, Satuan Intel Brimob, hingga bidang intelijen strategis.
Irjen Pol Yuda Gustawan dipercaya sebagai Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam), sedangkan Brigjen Pol Nanang Rudi Supriatna menduduki jabatan Wakil Kabaintelkam.
Selain itu, beberapa kepolisian daerah juga mengalami pergantian pimpinan.
Irjen Pol Endi Sutendi dipindahkan ke Polda Sulawesi Tengah.
Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mendapat penugasan sebagai Kapolda Sulawesi Selatan, menggantikan Irjen Pol Rusdi Hartono.
Adapun Irjen Pol Helfi Assegaf akan memimpin Polda Lampung, dan Irjen Pol Viktor T. Sihombing memimpin Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara Irjen Pol Agus Nugroho kembali bertugas sebagai Kadivkum Polri.
Rotasi kali ini juga menandai penguatan peran polisi wanita (Polwan) dalam struktur strategis.
Kombes Pol AA Sagung Dian Kartini, misalnya, ditugaskan sebagai Karokerma KL Stamaops Polri.
Menurut Trunoyudo, keterlibatan Polwan merupakan wujud kesetaraan dan profesionalitas.
Ia menambahkan, seluruh mutasi berdasarkan kebutuhan organisasi dan bagian dari transformasi menuju Polri Presisi.
“Perubahan jabatan bukan sekadar pergantian personel, tetapi juga strategi agar organisasi tetap dinamis, modern, dan siap menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang,” ujarnya.(*)
