Tebar Kebahagiaan, Misi Dakwah Kurban KDP Jangkau Daerah Muallaf dan Pedalaman NTT

Berita Utama, Sulsel22 Dilihat

MAKASSAR — Semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah terbukti mampu melintasi sekat-sekat geografis yang sulit ditembus.

Melalui program Dakwah Qurban 1447 H, Kolaborasi Dakwah Pelosok (KDP) sukses merampungkan misi kemanusiaan dan keagamaan selama tiga hari berturut-turut, sejak 27 hingga 29 Mei 2026.

Aksi nyata ini berhasil menjangkau enam titik pelosok terpencil di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari kawasan mualaf hingga pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini didesain khusus sebagai ikhtiar untuk menghadirkan keadilan sosial dalam distribusi hewan kurban, sekaligus memperkuat basis dakwah Islam di daerah-daerah yang selama ini minim mendapatkan akses pembinaan.

Pada tahun ini, tim KDP memetakan sebaran distribusi secara selektif.

Hewan kurban disalurkan di tiga titik di Kabupaten Lembata (NTT) dan kawasan Lereng Merapi-Merbabu di Magelang, Jawa Tengah.

Selain itu, tim relawan juga melakukan penyembelihan langsung di dua lokasi terisolasi, yakni Kampung Mualaf Salukata di Kecamatan Mesakada, Kabupaten Pinrang, serta Pakala Lembang di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Menantang Medan Berat Pedalaman

Perjalanan mendistribusikan amanah para pekurban ini diakui tidak berjalan mudah. Para relawan harus berhadapan dengan kondisi infrastruktur yang menantang, menyusuri jalur pegunungan yang terjal, hingga menembus wilayah pedalaman dengan sarana transportasi yang sangat terbatas.

Namun, tebalnya volume tantangan tersebut berhasil diredam oleh tingginya komitmen para relawan serta besarnya dukungan dari para pekurban.

Di lokasi-lokasi tersebut, kehadiran tim KDP disambut dengan suasana haru dan isak tangis syukur dari warga setempat yang jarang menikmati daging kurban.

Salah seorang tokoh masyarakat Pakala Lembang, Tana Toraja, Pak Masra, tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat menyaksikan hewan kurban masuk ke desanya.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran teman-teman Kolaborasi Dakwah Pelosok yang membawa kurban ke kampung kami. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pekurban yang telah memercayakan kurbannya untuk masyarakat di sini. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda,” ujar Masra dengan suara terbata-bata.

Bagi masyarakat di wilayah terpencil, kehadiran program ini bukan sekadar tentang pembagian paket daging. Lebih dari itu, aksi ini menjadi manifestasi nyata dari perhatian sesama saudara Muslim, yang mempererat tali ukhuwah islamiyah serta menyuntikkan energi baru bagi geliat dakwah di daerah pinggiran.

Ikhtiar Memperluas Jangkauan

Ketua Kolaborasi Dakwah Pelosok, Ustadz Rimbawan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian program yang berlangsung simultan selama tiga hari tersebut.

Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi kolektif antara pekurban, donatur, relawan, dan tim lapangan yang bergerak satu visi.

“Alhamdulillah, amanah para pekurban tahun ini telah tersalurkan dengan baik. Kami berharap pada tahun mendatang Kolaborasi Dakwah Pelosok dapat menghimpun lebih banyak hewan kurban dan memperluas jangkauan distribusinya ke daerah-daerah pelosok lainnya yang masih sangat membutuhkan perhatian dan sentuhan dakwah,” kata Ustadz Rimbawan.

Rangkaian program Dakwah Qurban KDP yang berakhir pada 29 Mei 2026 ini memberikan pesan kuat bahwa esensi Iduladha adalah tentang kepedulian yang inklusif.

Dari lereng gunung yang dingin hingga kampung mualaf yang jauh, kebahagiaan hari raya berhak dirasakan setara oleh seluruh umat.

Gerakan ini diharapkan terus bertumbuh menjadi jembatan kebaikan yang kokoh demi mewujudkan semboyan mereka: ‘Menjangkau Pelosok, Menebar Manfaat, Menguatkan Dakwah’. (*)