Buka Workshop Digitalisasi Madrasah, Kakankemenag Makassar: Kerja Tim Kunci Kemajuan di Era Digital

MAKASSAR – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag.,M.Ag menegaskan bahwa kolaborasi tim dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan madrasah di era digital.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Workshop Digitalisasi Penyusunan Administrasi Madrasah Manajerial dan Akademik Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Aula Erlangga, Jalan Letjen Hertasning, Makassar, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Kualitas Administrasi dengan Teknologi Cerdas dan Inovatif” ini diikuti oleh para pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru se-Kota Makassar sebagai upaya meningkatkan kompetensi pengelolaan administrasi pendidikan berbasis teknologi.

Dalam arahannya, H. Muhammad mengatakan bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dihindari.

Karena itu, seluruh insan madrasah harus mampu beradaptasi dengan memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan pendidikan.

“AI bukan untuk menggantikan manusia berpikir, tetapi menjadi alat bantu agar pekerjaan lebih cepat, tepat, dan berkualitas. Yang terpenting, kita tetap mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan teknologi,” tegasnya.

Menurutnya, penyusunan administrasi madrasah harus dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan kondisi masing-masing lembaga. Administrasi yang baik akan menjadi fondasi dalam menghasilkan layanan pendidikan yang berkualitas.

H. Muhammad juga menekankan pentingnya budaya kerja tim dalam mengelola madrasah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan sinergi seluruh unsur yang ada di dalamnya.

“Madrasah tidak bisa dibangun dengan kerja individu. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja tim. Tidak boleh ada ego. Semua harus saling melengkapi agar setiap program berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap madrasah memiliki tantangan yang berbeda sehingga program yang disusun harus menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik lingkungan masing-masing, tanpa mengabaikan fungsi pendidikan dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama.

Lebih lanjut, H. Muhammad meminta para pengawas madrasah untuk terus melakukan pendampingan (coaching) kepada kepala madrasah dan guru agar mampu mengimplementasikan digitalisasi administrasi secara optimal. Guru pun diharapkan membimbing peserta didik agar memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

“Pengawas harus terus membina guru, dan guru harus membimbing siswa. Jika seluruh unsur bergerak bersama, madrasah akan semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Melalui workshop ini, Kementerian Agama Kota Makassar berharap transformasi digital di lingkungan madrasah semakin cepat terwujud.

“Pemanfaatan AI yang didukung kerja tim yang solid diyakini akan meningkatkan kualitas administrasi, pembelajaran, dan layanan pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik, orang tua, dan masyarakat luas,” harapnya.

Terpisah, Rienda Noor Asyfa yang juga selak Ketua Panitia Workshop ini menambahkan bahwa madrasah yang ikut Workshop ini diantaranya MA Ponpes Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel, MA Muallimin Muhammadiyah Makassar, MA Faqihul Ilmi, MA MDIA Bontoala dan MA Al Muzahwirah.

Terpisah, Ibu pengawas bina damping Kementerian Agama Kota Makassar Dra. Hj. Hilmah Latif, M.Pd menyampaikan terimakasih kepada madrasah yang telah ikut kegiatan workshop yang luar biasa tersebut.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini hasil kolaborasi dari lima madrasah, dengan total jumlah keseluruhan peserta sebanyak 55 orang.

“Kolaborasi lima madrasah ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen kita bersama-sama meningkatkan kualitas adminstasi madrasah melalui pemanfaatan teknologi cerdas dan inovatif,” ungkapnya.

Sepanjang workshop, puluhan peserta dari berbagai madrasah binaan di Makassar menerima serangkaian materi penting.

Mulai dari sosialisasi Tupoksi Pengawas Madrasah sesuai Permen PANRB Nomor 7 Tahun 2026, instrumen supervisi, hingga sesi inti mengenai praktik langsung pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendigitalisasi dokumen akademik. Masing-masing peserta juga langsung melakukan simulasi penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) menggunakan perangkat laptop yang telah disiapkan. (*)