INDEPENDENews.com, MAKASSAR — Keinginan mengurangi beban biaya mahasiswa membawa Prof. Eko Hadi Sujiono pada agenda memperluas sumber pendapatan Universitas Negeri Makassar.
Ia ingin kemampuan riset, kepakaran, dan kemitraan universitas memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembiayaan pendidikan.
Dalam Podcast Profesi edisi pemilihan rektor UNM periode 2027–2031, Eko menjelaskan bahwa pengurangan uang kuliah tunggal perlu ditopang oleh kemampuan memperoleh pendapatan di luar pembayaran mahasiswa.
“Cita-cita saya adalah dalam tempo itu harus dapat mereduksi UKT mahasiswa,” ujarnya.
Jalan yang ditawarkannya dimulai dari pengembangan hasil penelitian dan karya. Temuan yang memiliki peluang pemanfaatan dapat dikerjasamakan dengan industri untuk diproduksi dalam skala lebih besar. Jika sesuai, hasil riset juga dapat dikembangkan menjadi usaha rintisan.
Melalui kedua jalur tersebut, Eko berharap penelitian menjangkau pengguna yang lebih luas sekaligus memberikan penerimaan bagi universitas. Pendapatan itu ingin dikembalikan untuk memperkuat layanan dan kemampuan institusi.
Untuk mendukungnya, ia mendorong topik payung riset yang mempertemukan berbagai bidang ilmu. Kerja bersama diarahkan agar penelitian memiliki kesinambungan, dari pengembangan pengetahuan hingga peluang pemanfaatannya.
Dalam rancangan pengelolaan sumber daya, agenda tersebut diperluas melalui pendapatan dari kepakaran dan aset universitas. Pengembangannya diarahkan melalui mekanisme yang legal, transparan, dan dapat diaudit, dengan hasil yang mendukung tridarma serta kesejahteraan warga kampus.
Penguatan pendapatan ditempatkan sebagai upaya menambah kapasitas keuangan, sementara dukungan pemerintah tetap memiliki peran. Dengan sumber yang lebih beragam, universitas diharapkan mempunyai ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan akademik tanpa semakin bertumpu pada biaya mahasiswa.
Karena itulah, Eko mengaitkan besaran pengurangan UKT dengan penerimaan yang dapat dibangun. Ia belum menetapkan angka penurunan sebelum mengetahui kemampuan pendapatan tersebut.
“Yang belum bisa kita janjikan secara pasti adalah seberapa banyak UKT yang bisa direduksi, karena kita belum bisa tahu berapa yang berhasil untuk pendapatan non-UKT saat ini. Tapi kita optimis. UNM memiliki para ahli dan pakar terbaik di bidangnya,” katanya.
Pertimbangan serupa disampaikannya mengenai iuran pengembangan institusi. Kebutuhan yang dibiayai melalui iuran itu ingin dilihat bersama peluang memperoleh sumber pengganti. Jika kebutuhan dapat dipenuhi dari penerimaan lain, tersedia kesempatan untuk mengurangi beban calon mahasiswa.
Eko juga menyoroti perlunya koordinasi biaya penyelenggaraan pendidikan agar mahasiswa tidak terus menghadapi pembayaran tambahan.
“Saya kalau sebagai rektor akan mengoordinasikan ini dengan tegas, kita akan menghitung betul supaya tidak ada pungutan selain UKT. Tidak ada pungutan liar. Titik,” ujarnya.
Dengan arah tersebut, pengembangan pendapatan memiliki hubungan langsung dengan layanan pendidikan. Kepakaran dan inovasi ingin digunakan untuk memperkuat universitas, lalu manfaatnya dirasakan kembali oleh warga kampus.
- Hasil Riset ke Pendapatan Kampus, Prof Eko Buka Ruang Pengurangan UKT Mahasiswa UNM - 31 Oktober 2026
- Universitas Handayani Makassar Gelar Wisuda Angkatan XXV, Rektor Sampaikan Pesan Inspiratif - 31 Oktober 2026
- Pimpin Kontingen Maros ke Porprov Sulsel 2026, Kapolres: Siap Raih Prestasi - 30 Oktober 2026

