Taruna Ikrar-Kak Seto Hadir Lindungi Anak Indonesia, BPOM Siapkan Langkah Nyata untuk Keluarga dan UMKM

JAKARTA — Perlindungan anak tidak berhenti pada pemenuhan kasih sayang dan pendidikan. Ancaman pangan yang tidak aman, penyalahgunaan obat, hingga lemahnya literasi kesehatan keluarga menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama.

Pesan itu mengemuka dalam premiere film Sahabat Anak yang digelar bertepatan dengan Hari Anak Nasional ke-42 di Atrium Mall Bassura, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., pemerhati anak Kak Seto Mulyadi, insan perfilman, pegiat perlindungan anak, serta ratusan anak dan keluarga.

Film Sahabat Anak dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi media edukasi yang menanamkan nilai perlindungan anak, pendidikan karakter, dan pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

Taruna Ikrar mengatakan perlindungan anak harus diwujudkan melalui kebijakan yang konkret. Menurut dia, BPOM memiliki tanggung jawab memastikan setiap obat, pangan olahan, vaksin, hingga produk kesehatan yang dikonsumsi anak memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat.

“Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Karena itu negara harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, terlindungi, dan terbebas dari produk yang dapat membahayakan kesehatan maupun masa depan mereka,” kata Taruna Ikrar.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPOM telah menandatangani Programme Document (ProDoc) 2026–2030 bersama UNICEF untuk mendukung terwujudnya lingkungan pangan yang sehat bagi anak Indonesia. BPOM juga memperkuat Program Pembudayaan Keamanan Pangan di Sekolah melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar literasi keamanan pangan menjadi bagian dari pendidikan sejak usia dini.

Selain itu, BPOM terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan seluruh pangan yang disajikan kepada anak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Pengawasan juga diperluas pada penyediaan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu, sehingga anak memperoleh perlindungan optimal terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Taruna Ikrar juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT) di kalangan remaja. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai masalah kesehatan semata, melainkan juga ancaman sosial yang dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, BPOM memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, untuk meningkatkan edukasi kepada orang tua dan masyarakat.

Sementara itu, Kak Seto Mulyadi menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak. Menurutnya, perhatian, komunikasi yang hangat, serta lingkungan yang aman akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat, berkarakter, dan percaya diri.

Film Sahabat Anak, kata Kak Seto, menjadi pengingat bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama.

Di sisi lain, BPOM juga terus memperkuat kesejahteraan keluarga melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, mulai dari pendampingan, bimbingan teknis, hingga kebijakan pembebasan biaya registrasi bagi UMKM.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Menutup acara, Taruna Ikrar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen melindungi generasi penerus.

“Mari jadikan setiap rumah sebagai tempat yang aman, setiap sekolah sebagai ruang belajar yang sehat, dan setiap kebijakan sebagai bentuk keberpihakan kepada anak. Anak Indonesia hari ini adalah penentu masa depan Indonesia,” ujarnya. (*)