FBS UNM Buktikan Kreativitas Lewat Tema Lontara, Sukses Raih Juara Harapan 2

MAKASSAR — Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil meraih Juara Harapan II pada ajang Pameran Pendidikan dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-65 UNM.

Pada pameran tahun ini, FBS menghadirkan nuansa kebudayaan Sulawesi Selatan dengan mengusung tema “Lontara” sebagai representasi identitas, pengetahuan, dan warisan intelektual masyarakat Sulawesi Selatan.

Stand FBS dirancang dengan menampilkan berbagai unsur yang berkaitan dengan aksara dan kebudayaan Lontara.

Konsep tersebut menjadi pembeda sekaligus daya tarik bagi para pengunjung yang memadati area pameran di Pelataran Menara Pinisi UNM.

Ketua Panitia Stand Pameran Pendidikan FBS UNM, Deni Indrawan, menjelaskan bahwa tema Lontara dipilih untuk memperkenalkan kembali kekayaan bahasa, sastra, dan budaya Sulawesi Selatan kepada sivitas akademika serta masyarakat umum.

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Makassar FBS UNM itu mengatakan, Lontara tidak hanya dipahami sebagai sistem aksara tradisional, tetapi juga sebagai simbol perjalanan peradaban, sumber pengetahuan, dan media pewarisan nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan.

“Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lontara merupakan warisan intelektual yang tetap relevan untuk dipelajari, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital,” ujar Deni.

Stand FBS menampilkan visualisasi yang memadukan unsur tradisional dan modern. Berbagai ornamen bernuansa aksara Lontara menghiasi bagian gerbang dan ruang pameran. Pengunjung juga dapat melihat beragam koleksi yang berhubungan dengan bahasa, sastra, manuskrip, seni, serta kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Konsep tersebut menggambarkan FBS sebagai ruang akademik yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan dalam merawat bahasa dan kebudayaan daerah sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

Selain menyuguhkan tampilan visual yang menarik, panitia menghadirkan sejumlah permainan dan aktivitas edukatif bagi pengunjung. Kegiatan tersebut antara lain pengenalan dan penulisan aksara Lontara, membaca ungkapan atau pesan dalam bahasa daerah, permainan kosakata, kuis kebudayaan, serta pameran karya dosen dan mahasiswa.

Beragam aktivitas tersebut mendapat perhatian dari pengunjung karena memberikan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan kebudayaan lokal.

Kerja keras dan kreativitas tim akhirnya mengantarkan FBS meraih Juara Harapan II Kategori Stand Terbaik Pameran Pendidikan Dies Natalis ke-65 UNM.

Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsep pameran, penyajian materi edukatif, kreativitas dekorasi, serta kekompakan tim dalam memperkenalkan Lontara kepada para pengunjung.

Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., memberikan apresiasi kepada panitia, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah bekerja sama mempersiapkan stand pameran.

“Selamat atas hasil kerja keras kita semua. Semoga pada pameran berikutnya FBS dapat memberikan suguhan yang semakin baik, kreatif, dan edukatif,” ujar Prof. Anshari.

Menurutnya, kehadiran tema Lontara menunjukkan komitmen FBS dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan bahasa, sastra, dan kebudayaan daerah.

Ia berharap pameran pendidikan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Dies Natalis ke-65 UNM, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan inovasi akademik dan kontribusi setiap fakultas kepada masyarakat. (*)