INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan tancap gas memperkuat barisan menjelang kontestasi politik 2029.
Di bawah komando Ketua DPW PSI Sulsel, Muammar Ferirae Gandi, struktur kepengurusan di 24 kabupaten/kota kini rampung terbentuk.
Langkah penyegaran ini menjadi bagian dari strategi besar PSI membangun kekuatan baru di daerah, khususnya di jantung politik Sulawesi Selatan, Kota Makassar.
Salah satu keputusan penting yang mencuri perhatian adalah penunjukan Sukarno Lallo sebagai Ketua DPD PSI Kota Makassar.
Sukarno Lallo bukan wajah asing di kancah politik.
Ia pernah menjabat sebagai direksi di Perumda Pasar Makassar Raya.
Di dunia politik, Sukarno juga tercatat pernah maju sebagai caleg DPRD Makassar melalui Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan Tamalanrea–Biringkanaya.
Kini, dengan mandat baru sebagai Ketua PSI Makassar sekaligus Wakil Ketua DPW PSI Sulsel, Sukarno diharapkan mampu memperkuat sinergi antara struktur provinsi dan kota.
Ketua Harian PSI Sulsel, Rahmansyah, menegaskan bahwa keputusan menunjuk Sukarno Lallo merupakan bagian dari strategi memperluas pengaruh PSI di Makassar yang menjadi barometer politik Sulsel.
“Sukarno Lallo punya kapasitas, pengalaman, dan jaringan kuat yang kami butuhkan untuk memperkuat posisi PSI di Makassar,” ujar Rahmansyah.
Penunjukan ini juga mendapat restu langsung dari Muammar Ferirae Gandi bersama jajaran pengurus wilayah.
Bagi PSI, langkah tersebut menandai keseriusan partai dalam membangun struktur kepemimpinan yang solid di tingkat daerah.
Dengan formasi baru ini, PSI Sulsel tampil semakin percaya diri menatap Pemilu 2029, bertekad menjadi kekuatan politik alternatif yang mampu bersaing dan mewarnai peta politik Sulawesi Selatan.(*)
- Guru Besar Trisakti Soroti Kasus Bibit Nanas Sulsel, Trubus: Tanggung Jawab Pengadaan Ada pada Pelaku Terkait - 15 Oktober 2026
- BAIQMARKET Hadir di Old Shanghai Kelapa Gading, Angkat Karya Desainer dan Penjahit Difabel - 11 Oktober 2026
- Husniah Talenrang Dicecar 26 Pertanyaan, Usai Diperiksa Langsung Kembali Jalankan Pemerintahan Gowa - 2 Oktober 2026

