Sasar Empat Daerah di Sulsel, Tim Sosialisasi UNM Perkenalkan Prodi Pendidikan Bahasa Bugis ke SMA Unggulan

Berita Utama, Kampus139 Dilihat

INDEPENDENews.com, MAKASSAR

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Bugis Universitas Negeri Makassar (UNM) mengintensifkan sosialisasi ke sejumlah SMA menjelang penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam rangkaian tiga hari, 3–5 Februari 2026, dengan menyasar empat daerah, yakni Kota Parepare, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng.

Pada rangkaian pertama, sosialisasi digelar Selasa–Rabu (3–4 Februari 2026) di Parepare dan Pangkep.

Kegiatan dipimpin Ketua Tim, Dr. Asis Nojeng, S.Pd., M.Pd., dengan agenda memperkenalkan Prodi Pendidikan Bahasa Bugis kepada siswa kelas akhir serta membuka ruang informasi tentang pilihan studi yang berbasis kearifan lokal dan kebutuhan pendidikan daerah.

“Sosialisasi ini kami lakukan untuk memberikan informasi yang utuh kepada siswa tentang Prodi Pendidikan Bahasa Bugis UNM, terutama menjelang penerimaan mahasiswa baru 2026,” ujar Dr. Asis Nojeng, Jumat (13/2/2026).

Di Kota Parepare, tim menyambangi SMA Negeri 1 Parepare dan SMA Negeri 5 Parepare. Sementara di Kabupaten Pangkep, sosialisasi dilakukan di SMA Negeri 3 Pangkep dan SMA Negeri 1 Pangkep.

“Kunjungan ke SMA Negeri 1 Parepare, SMA Negeri 5 Parepare, SMA Negeri 3 Pangkep, dan SMA Negeri 1 Pangkep menjadi bagian dari upaya kami mendekatkan kampus kepada calon mahasiswa,” tutur Dr. Asis Nojeng.

Rangkaian berikutnya dilaksanakan Rabu–Kamis (4–5 Februari 2026) dengan menyasar Maros dan Soppeng. Ketua tim sosialisasi, Dr. Andi Agussalim Aj, S.Pd., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat akses informasi bagi siswa kelas akhir sekaligus membuka ruang dialog mengenai pilihan program studi yang relevan.

“Sosialisasi ini kami lakukan pada 4–5 Februari 2026 sebagai upaya memperkenalkan Prodi Pendidikan Bahasa Bugis UNM secara lebih dekat kepada siswa-siswi kelas XII. Kami ingin mereka mendapatkan informasi yang jelas tentang jalur masuk, gambaran perkuliahan, hingga prospek lulusan,” ujar Dr. Andi Agussalim Aj.

Di Kabupaten Maros, kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Maros. Sementara di Kabupaten Soppeng, sosialisasi digelar di tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1 Soppeng, SMA Negeri 3 Soppeng, dan SMA Negeri 6 Soppeng.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNM, Dr. Syamsudduha, M.Hum, mengatakan sosialisasi ini sekaligus memberikan gambaran umum tentang profil prodi, arah pembelajaran, serta peluang pengembangan kompetensi mahasiswa yang berkaitan dengan kebahasaan, kebudayaan, dan pendidikan. Ia menegaskan, penguatan minat terhadap studi bahasa daerah perlu dibangun sejak di bangku sekolah agar generasi muda memandang Bahasa Bugis bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai bidang keilmuan yang memiliki peluang dan kontribusi nyata.

“Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa menentukan pilihan studi dengan lebih percaya diri, sekaligus melihat peluang kontribusi lulusan Pendidikan Bahasa Bugis di dunia pendidikan,” ungkapnya.

Menurut Syamsudduha, Prodi Pendidikan Bahasa Bugis UNM tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong peran mahasiswa dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah.

“Bahasa Bugis tidak hanya soal tradisi, tetapi juga ilmu dan masa depan. Melalui prodi ini, mahasiswa mempelajari bahasa, sastra, dan kebudayaan Bugis secara akademik, serta ikut berperan dalam pelestarian dan penguatan literasi lokal,” pungkasnya.(*)