INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Aktivitas pembakaran rumput dan ilalang terjadi di kawasan terlarang milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jeneberang, Jalan Daeng Tata III, Makassar, Senin (18/8/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.
Akibatnya, kepulan asap tebal menutupi ruas jalan di sekitar gerbang Benteng Somba Opu hingga menyebabkan jarak pandang menurun drastis.
Meski pagar pembatas dan larangan beraktivitas sudah terpasang di area tersebut, oknum yang tidak bertanggung jawab tetap melakukan pembakaran.
Asap pekat yang membubung ke udara sempat mengganggu arus lalu lintas pada jam sibuk pulang kerja.
Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Seorang pegiat lingkungan hidup, Yusran, yang berada di lokasi menyayangkan terjadinya pembakaran di kawasan terlarang tersebut.
Ia menilai pembakaran liar menggambarkan rendahnya kesadaran lingkungan masyarakat.
“Bayangkan, sore-sore begini jalan sedang ramai, asap menutup pandangan. Kecelakaan tinggal menunggu waktu,” ujarnya.
Yusran mendesak aparat berwenang untuk tidak hanya memasang larangan, tetapi juga melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap pelanggar. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat sekitar juga penting agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BBWS Jeneberang maupun aparat terkait mengenai tindakan lebih lanjut atas insiden pembakaran liar tersebut.(*)
- Kualitas Udara Maros Tidak Sehat, Konsentrasi PM2,5 Tercatat 82,8 µg/m³ - 20 Oktober 2026
- Guru Besar Trisakti Soroti Kasus Bibit Nanas Sulsel, Trubus: Tanggung Jawab Pengadaan Ada pada Pelaku Terkait - 15 Oktober 2026
- BAIQMARKET Hadir di Old Shanghai Kelapa Gading, Angkat Karya Desainer dan Penjahit Difabel - 11 Oktober 2026

