Hal ini disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam acara sosialisasi kredit perumahan di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (13/9/2025).
Mengusung tema “Pengusaha Properti dan Industri Naik Kelas melalui Kredit Program Perumahan”, Maruarar menegaskan bahwa program 3 juta rumah bukan sekadar angka, melainkan bentuk pemerataan akses tempat tinggal layak bagi masyarakat Indonesia.
“Terima kasih kepada para pengusaha properti, pengembang, kontraktor, hingga penyedia bahan bangunan yang ikut mengambil peran mewujudkan program 3 juta rumah gagasan Presiden Prabowo,” ujar Maruarar yang akrab disapa Ara.
Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah, Ketua DPD Apersi Sulsel Yasser Latief, Sekretaris Irwan Hasan, Bendahara Sulkifli Ishak Jarre, serta Ketua Dewan Pertimbangan Huswan Husain.
Kehadiran mereka disebut sebagai bukti dukungan dunia usaha terhadap program nasional ini.
Ara menjelaskan, pemerintah akan memberikan subsidi kepada pengembang, kontraktor, hingga toko bahan bangunan agar ekosistem industri perumahan bergerak serentak.
“Kita ingin memastikan target 3 juta rumah bisa tercapai, dan itu hanya mungkin kalau pemerintah dan dunia usaha bekerja sama,” tegasnya.
Selain mendorong pembiayaan melalui kredit perumahan, strategi lain yang dipersiapkan adalah memperkuat rantai pasok material dan mempercepat proses perizinan. Dengan demikian, target pembangunan rumah rakyat dapat dipacu lebih cepat dalam lima tahun ke depan.(*)