Lewat Sentra TBC Anak, Komitmen Bersama Hadirkan Generasi Sehat di Gowa

Berita Utama, Gowa338 Dilihat

INDEPENDENews.com – Kabupaten Gowa menjadi tuan rumah untuk pertemuan orientasi program eliminasi TBC anak yang digelar pada hari Senin, 29 Desember 2025, di Dewi Sri, Gowa.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, UNICEF Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dinas Kesehatan Gowa, Kemenag Gowa, BKPRMI, Muhammadiyah, IPM, TB Rangers, kader, serta Puskesmas Bajeng, Kepala Desa Bone Bajeng, dan Lurah Mata Allo Bajeng.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memastikan pemahaman yang mendalam terkait program Sentra TBC Anak sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan eliminasi TBC di Indonesia.

Kabupaten Gowa terpilih sebagai salah satu wilayah piloting untuk program ini, yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, kesehatan, hingga masyarakat dan dunia pendidikan.

Kasri Riswadi, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC anak.

Ia mengungkapkan bahwa TBC pada anak harus menjadi perhatian utama karena berpotensi besar memengaruhi kualitas hidup anak-anak di masa depan.

“Melalui kemitraan dengan UNICEF, kami berharap Gowa bisa menjadi contoh dalam penanggulangan TBC dan menjadi percontohan desa/kelurahan bebas TBC,” ujarnya.

Badwi M Amien, dari UNICEF Indonesia juga menekankan pentingnya skrining yang masif di tingkat desa untuk mendeteksi TBC anak secara dini, serta mendukung pengobatan yang sesuai.

Menurutnya, jika anak-anak terinfeksi TBC sejak dini dan pengobatannya tidak tuntas, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan mereka.

Andi Julia Junus, dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, mengapresiasi komitmen Kabupaten Gowa dalam menjadi bagian dari program ini.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat menunjukkan aksi nyata yang bisa dijadikan contoh di tingkat nasional,” tuturnya.

Selain itu, diskusi dalam pertemuan ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam penemuan kasus TBC anak, yang masih rendah.

Untuk itu, berbagai strategi, termasuk penguatan edukasi kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa, dibahas sebagai langkah penting dalam mengatasi masalah tersebut.

Ke depannya, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kampanye publik yang melibatkan anak-anak dan remaja di Gowa.

Kampanye ini akan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang TBC, terutama di desa-desa yang menjadi wilayah intervensi, seperti Desa Bone Bajeng dan Kelurahan Mata Allo. Selain itu, berbagai stakeholder, termasuk Kemenag, BKPRMI, dan IPM, akan berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program ini.

Dengan adanya komitmen dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan program eliminasi TBC anak di Kabupaten Gowa dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak yang signifikan bagi kesehatan anak-anak di masa depan.

“Melalui program ini, Gowa berambisi menjadi model bagi daerah lain dalam upaya penanggulangan TBC anak di Indonesia,” tutupnya. (*)