Kekayaan Haji Isam Tembus Rp 100 Triliun, Geser Posisi Sejumlah Konglomerat Nasional

Berita Utama544 Dilihat

INDEPENDENews.com- Kekayaan pengusaha asal Kalimantan, Samsudin Andi Arsyad atau yang lebih dikenal dengan Haji Isam, terus menunjukkan tren kenaikan tajam.

Peningkatan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan harga saham perusahaan-perusahaan publik yang berada di bawah kendalinya.

Kinerja saham yang bergerak signifikan membuat emiten milik Haji Isam berulang kali masuk pengawasan otoritas bursa, bahkan sempat disuspensi akibat kenaikan harga yang dinilai di luar kebiasaan pasar.

Popularitas Haji Isam pun semakin meluas. Sosok yang dulu hanya dikenal di lingkup terbatas sebagai “crazy rich Kalimantan” kini telah menjadi figur nasional.

Ia kerap terlihat menghadiri pertemuan penting bersama pengusaha papan atas, termasuk bergaul dengan tokoh besar seperti Franky Oesman Wijaya dari Sinar Mas Group.

Bahkan, dalam sebuah kesempatan, Haji Isam turut serta dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Meski namanya belakangan kerap diperbincangkan, Haji Isam masih tergolong pemain baru bila dibandingkan dengan konglomerat lama seperti keluarga Salim, Hartono, maupun Wijaya.

Namun, pertumbuhan kekayaannya sangat cepat, khususnya sejak perusahaannya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Data terkini menunjukkan, kekayaan Haji Isam dari kepemilikan saham langsung maupun tidak langsung di sejumlah emiten mencapai Rp 101,3 triliun atau sekitar US$ 6,1 miliar.

Angka tersebut terdiri dari Rp 30,97 triliun melalui JARR, Rp 67,54 triliun lewat PGUN, dan Rp 2,79 triliun melalui TEBE.

Dengan nilai tersebut, posisi Haji Isam melampaui sejumlah taipan yang sudah lama bercokol di daftar orang terkaya, seperti Djoko Susanto pemilik jaringan Alfamart dengan US$ 2,7 miliar, serta Lim Hariyanto dari Harita Group yang memiliki kekayaan US$ 5,2 miliar.

Pencapaian ini menandai transformasi besar Haji Isam dari pengusaha daerah menjadi salah satu tokoh baru dalam jajaran konglomerat Indonesia dengan aset publik bernilai fantastis.(*)