GOWA – Sepuluh hari mengabdi di tengah masyarakat akhirnya ditutup dengan penuh kehangatan.
Kegiatan Eksplorasi, Pengabdian, dan Edukasi (EKSPLODIKSI) 2026 yang digagas Ikatan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah Universitas Negeri Makassar (IKBIM KIP UNM) resmi berakhir pada Selasa (30/6/2026) di Desa Lassa-Lassa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa.
Mengusung tema “Tumbuh Bersama: Menguatkan Potensi Desa melalui Edukasi dan Kepedulian Lingkungan”.
Kegiatan ini tak sekadar menjadi agenda pengabdian mahasiswa, tetapi juga meninggalkan berbagai program pemberdayaan yang diharapkan terus memberi manfaat bagi masyarakat.
Prosesi penutupan berlangsung meriah dan dihadiri Kepala Kecamatan Bontolempangan, Kepala Desa Lassa-Lassa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, para siswa, hingga masyarakat setempat yang selama pelaksanaan kegiatan menjadi mitra mahasiswa dalam berbagai program edukasi dan pemberdayaan.
Ketua Umum IKBIM KIP UNM, Muhammad Nasruddin, mengatakan EKSPLODIKSI merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa penerima KIP Kuliah kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia berharap enam program kerja yang telah dijalankan selama kegiatan berlangsung mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kemajuan Desa Lassa-Lassa.
“Sebagai mahasiswa penerima KIP Kuliah, kami ingin membuktikan bahwa kami adalah mahasiswa yang peduli dan siap mengabdi kepada masyarakat. Ini adalah bentuk kontribusi kecil kami dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus sebagai wujud rasa terima kasih kami atas bantuan pendidikan yang telah diberikan oleh pemerintah. Kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini dan berkomitmen untuk menjadi manusia yang bermanfaat serta berdampak,” ujar Muhammad Nasruddin.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, mahasiswa menghadirkan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat, mulai dari kelas pendidikan, edukasi kecerdasan buatan (AI) dan literasi digital, pengelolaan sampah, pembuatan ecobrick, edukasi pupuk kompos, gerakan lingkungan bersih dan sehat, hingga sosialisasi KIP Kuliah kepada para pelajar.
Seluruh program tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan pemerintah desa sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal.
Kepala Desa Lassa-Lassa, Salahuddin, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi mahasiswa selama melaksanakan pengabdian.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi masyarakat dalam membangun desa.
“Saya selaku Kepala Desa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa UNM. Kehadiran kalian di sini telah memberikan motivasi, dorongan, serta dukungan yang luar biasa. Berkat program-program yang kalian bawakan, desa kami tercinta ini bisa melangkah selangkah lebih maju. Mudah-mudahan apa yang telah diajarkan, dibagikan, dan diimplementasikan oleh adik-adik sekalian selama berada di sini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kita semua,” ungkap Salahuddin.
Suasana penutupan semakin semarak melalui berbagai penampilan seni yang dipersembahkan oleh peserta kelas pendidikan dan panitia.
Tarian tradisional, pembacaan puisi, hingga pertunjukan teater menjadi simbol eratnya kebersamaan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Tepuk tangan dan haru mengiringi setiap penampilan, menandai berakhirnya rangkaian EKSPLODIKSI 2026 yang telah menjadi ruang belajar bersama sekaligus wadah pengabdian bagi mahasiswa.
Melalui semangat kolaborasi, kepedulian, dan pemberdayaan masyarakat, EKSPLODIKSI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan semata, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa KIP Kuliah UNM, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan panggilan untuk terus menghadirkan manfaat bagi sesama dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (*)
