Cegah Kejahatan Digital, MPKS Muhammadiyah Makassar Bekali Anak Panti dan UMKM Literasi Siber

INDEPENDENEWS.COM, MAKASSAR — Ancaman kejahatan di dunia digital semakin beragam. Tak hanya menyasar individu, pelaku kejahatan siber juga mengincar pelaku usaha kecil hingga lembaga sosial.

Kondisi tersebut mendorong Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar menggelar Pelatihan Literasi dan Keamanan Siber (Cyber Security).

Kegiatan berlangsung di Aula Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah, Jalan Cakalang, Kota Makassar, Sabtu (8/8/2026) belum lama ini.

Pelatihan tersebut diikuti pimpinan, pengelola, pembina, serta anak asuh usia remaja dari panti asuhan Muhammadiyah Aisyiyah.

Tak hanya itu, warga sekitar panti dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga turut mendapatkan pembekalan mengenai keamanan di ruang digital.

Kegiatan edukatif ini terlaksana melalui kerja sama dan dukungan Fasilitator Program APAC Cybersecurity Fund oleh Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah bersama The Asia Foundation.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Wakil Ketua PDM Kota Makassar H. Subani Martonadi, Ketua MPKS PDM Kota Makassar Fadli Suraim, serta Pimpinan Pengelola Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Dr. Lukman Ismail.

Wakil Ketua PDM Kota Makassar, H. Subani Martonadi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas majelis menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan terhadap ekosistem panti asuhan sekaligus masyarakat dan pelaku UMKM di tengah perkembangan teknologi.

Ia menilai kejahatan saat ini tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi telah bertransformasi ke ruang digital.

Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar untuk mengenali berbagai modus kejahatan siber yang semakin berkembang.

“Ini menjadi langkah nyata dalam melindungi ekosistem panti asuhan dan ekonomi warga dari ancaman era digital,” ujar Subani.

Trainer Cyber Security, Kasri Riswadi, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Ia membawakan materi bertajuk “Mengamankan Diri dan Bisnis Kecil dari Ancaman Besar”.

Dalam pemaparannya, Kasri menjelaskan sejumlah ancaman siber yang dapat menyasar masyarakat maupun pelaku UMKM.

Di antaranya penipuan berbasis phishing, serangan ransomware, pencurian data pribadi, hingga modus social engineering.

Kasri mengingatkan bahwa rendahnya kesadaran keamanan digital dapat membuat masyarakat menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan siber.

“Kejahatan siber terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tetapi juga karena ada kesempatan,” ujar Kasri.

Menurutnya, upaya perlindungan tidak selalu harus dimulai dengan langkah yang rumit.

Masyarakat dapat memulainya dengan menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta lebih berhati-hati ketika menerima pesan, tautan, maupun permintaan informasi pribadi.

“Pencegahan harus dimulai dari langkah sederhana seperti penggunaan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta bijak dalam memverifikasi pesan atau tautan yang diterima,” jelasnya.

Selain mempelajari teknik dasar menjaga keamanan akun dan data, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) Nomor 27 Tahun 2022.

Materi juga mencakup langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila seseorang atau sebuah usaha menjadi korban peretasan.

Peserta diperkenalkan dengan konsep incident response atau tanggap darurat ketika menghadapi insiden keamanan digital.

Pembekalan tersebut dinilai penting, khususnya bagi remaja yang semakin aktif menggunakan perangkat digital dan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu pula bagi pelaku UMKM yang kini semakin bergantung pada platform digital untuk memasarkan produk dan menjalankan usaha.

Melalui pelatihan ini, MPKS Muhammadiyah Kota Makassar berharap pengetahuan keamanan digital dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak panti asuhan, pengelola, maupun pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya.

Dengan meningkatnya literasi keamanan siber, masyarakat diharapkan lebih mampu menjaga data pribadi, menghindari berbagai modus penipuan digital, serta melindungi keberlangsungan usaha dari ancaman di dunia maya.

Pelatihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang cakap digital, tangguh, dan semakin sadar terhadap pentingnya keamanan di ruang siber. (*)