Tasyakuran RA Al Barokah Meriah, Hasan Gaido: Siapkan Generasi Saleh yang Siap Hadapi Era Digital

JAKARTA — Suasana haru, bahagia, dan penuh rasa syukur mewarnai acara Tasyakuran dan Pentas Seni RA Al Barokah Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Hotel 101 Urban Thamrin, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Mengusung tema “Tumbuh Cerdas, Berakhlak Mulia, Siap Melangkah”, kegiatan tersebut menjadi momentum pelepasan peserta didik sekaligus ajang menampilkan berbagai bakat dan kreativitas anak-anak yang telah menempuh pendidikan di RA Al Barokah.

Kepala Sekolah RA Al Barokah, Rita Hapson, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pendidikan selama satu tahun ajaran yang telah dilalui bersama para siswa dan orang tua.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada dewan komite sekolah serta ayah bunda yang telah memberikan kepercayaan menitipkan putra-putrinya kepada RA Al Barokah,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut Rita, berbagai capaian berhasil diraih RA Al Barokah sepanjang tahun ajaran 2025/2026. Selain memperoleh Akreditasi B, para siswa juga sukses menorehkan sejumlah prestasi di tingkat Jakarta Pusat.

Di antaranya Juara 1 Pembacaan Hadis dengan Gerakan, Juara 1 Lomba Bola Keranjang, Juara Harapan 3 Tahfiz Hafalan Ayat Kursi, serta Juara Harapan 2 Lomba Salat Berjamaah.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya membangun kecerdasan, tetapi juga karakter dan akhlak mulia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Al Barokah Qolbun Salim, H. Asep Saefudin, mengapresiasi dukungan dan kepercayaan para orang tua yang selama ini telah menjadi bagian dari keluarga besar RA Al Barokah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ayah bunda yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di RA Al Barokah. Kami juga mengajak semua pihak untuk ikut mengenalkan dan mempromosikan RA Al Barokah kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Al Barokah Qolbun Salim, M. Hasan Gaido, mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Ia menjelaskan, Yayasan Al Barokah Qolbun Salim yang berdiri pada 17 Juni 2006 lahir sebagai bagian dari upaya membangun pusat pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan umat.

“Saya mengajak para orang tua dan seluruh pihak yang ingin berkolaborasi dalam kebaikan untuk menjadikan Yayasan Al Barokah Qolbun Salim sebagai wadah memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan umat,” tuturnya.

Hasan Gaido menilai tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya era globalisasi dan digitalisasi. Karena itu, lembaga pendidikan Islam dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan dan akhlak.

“Kita harus mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus peradaban. Anak yang saleh dan salehah bukan hanya bermanfaat bagi keluarga, tetapi juga mampu menjadi pemimpin masa depan yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia internasional,” katanya.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan.

“Kehadiran AI sudah mulai dirasakan manfaatnya di Al Barokah. Sebagian kegiatan hari ini dapat terbantu oleh AI. Namun AI hanyalah alat bantu atau asisten manusia. Sementara iman, akhlak, dan kebijaksanaan tetap menjadi fondasi utama yang harus ditanamkan kepada anak-anak,” jelasnya.

Acara tasyakuran dan pentas seni tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan siswa yang memukau para orang tua dan tamu undangan.

Melalui momentum ini, RA Al Barokah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi Qurani yang cerdas, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital. (*)