“Ghost Buzzer” Raih Sensor Segala Usia, Film Horor Fantasi Ramah Anak Tayang 16 Juli

JAKARTA – Film keluarga berjudul Ghost Buzzer mendapat dukungan dari tokoh anak nasional, Kak Seto Mulyadi, untuk memperoleh klasifikasi STLS SU (Segala Usia).

Dukungan tersebut disampaikan usai kegiatan nonton bareng (nobar) dan special screening film yang digelar di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Kak Seto, Ghost Buzzer menghadirkan konsep berbeda dari film horor pada umumnya karena dikemas sebagai horor komedi fantasi yang ramah anak.

“Salut dan terima kasih kepada M8 Pictures yang memperkenalkan genre berbeda dan membuat anak-anak tidak takut dengan hantu atau setan. Dunia gaib sepatutnya dikenalkan sejak dini agar tidak terkesan menakut-nakuti. Yang terpenting, anak-anak tidak takut kepada hantu, tetapi takut kepada Allah SWT,” ujar Kak Seto.

Film Ghost Buzzer mengisahkan petualangan empat sahabat, yakni Udin (Rafael Fernando), Nizam (Nevan Atallah), Raka (Claudio Alexandre), dan Chacha (Charissa Putri).

Keempat anak tersebut memiliki kegemaran unik, yakni menyelidiki berbagai fenomena misterius menggunakan alat pendeteksi hantu hasil kreativitas mereka sendiri.

Petualangan itu membawa mereka bertemu berbagai makhluk astral hingga membantu memecahkan sejumlah misteri yang mereka temui.

Film ini merupakan karya terbaru dari Aditya Gumay bersama Ko Amirullah dari M8 Pictures dengan dukungan sutradara Agus dan Amir Gumay.

Saat pemutaran khusus, Ghost Buzzer mendapat sambutan meriah dari anak-anak PAUD, siswa SD, SMP, SMA/SMK hingga para orang tua yang hadir.

Kegiatan nobar tersebut juga dihadiri pelajar SMPN 200 Rorotan Jakarta Utara, mahasiswa Fakultas Psikologi YAI Jakarta, komunitas anak difabel, guru, perwakilan PGRI, hingga unsur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mereka kompak menilai Ghost Buzzer layak memperoleh klasifikasi Segala Usia (SU).

Executive Producer M8 Pictures, Ko Amirullah, mengaku bersyukur atas respons positif yang diberikan berbagai kalangan terhadap film tersebut.

“Saya senang sekali film ini meraih STLS SU untuk poster dan trailer. Kami berharap film berdurasi sekitar 90 menit ini nantinya juga mendapatkan klasifikasi SU sehingga dapat dinikmati seluruh keluarga Indonesia,” kata Ko Amirullah.

Ia menjelaskan Ghost Buzzer hadir dengan pendekatan berbeda dibanding film horor yang banyak beredar saat ini.

Menurutnya, film tersebut tidak mengandalkan adegan jumpscare berlebihan, melainkan lebih menonjolkan unsur petualangan, fantasi, misteri, dan komedi.

“Ini adalah konsep horor yang ramah anak. Ghost Buzzer tidak mengandalkan adegan yang menakutkan secara berlebihan. Film ini lebih menonjolkan petualangan, fantasi, dan misteri yang seru sehingga aman ditonton anak-anak dan tetap menarik bagi seluruh anggota keluarga,” jelasnya.

Selain itu, unsur komedi menjadi salah satu kekuatan utama dalam film tersebut.

Humor yang dihadirkan diklaim ringan, segar, dan mudah dipahami anak-anak sehingga mampu menciptakan suasana yang menghibur tanpa mengurangi keseruan cerita.

Tak hanya menyuguhkan hiburan, Ghost Buzzer juga membawa sejumlah pesan moral tentang persahabatan, keberanian, kerja sama, dan empati.

Film ini berkisah tentang empat sahabat yang terlibat dalam petualangan dunia gaib hingga bertemu arwah seorang anak yang terjebak di alam lain.

Arwah tersebut meminta bantuan kepada mereka untuk diselamatkan.

Misi penyelamatan itulah yang kemudian menghadirkan berbagai peristiwa seru, lucu, sekaligus penuh makna.

Ghost Buzzer dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026, menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Film ini diharapkan menjadi salah satu pilihan tontonan keluarga selama masa libur sekolah.

“Ghost Buzzer bukan hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai positif yang bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia,” tutup Ko Amirullah.