Lewat Program ‘Pak Kumis’, Lazismu Makassar Sebar Daging Kurban Tepat Sasaran

Makassar27 Dilihat

MAKASSAR – Semangat berbagi yang inklusif kembali ditunjukkan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Makassar melalui peluncuran program unggulan “Pak Kumis” (Paket Kurban untuk Wilayah Kumuh dan Masyarakat Miskin) pada momentum Iduladha 2026 kali ini.

Program tersebut dirancang untuk memastikan distribusi daging kurban menjangkau masyarakat yang selama ini minim akses bantuan, khususnya di kawasan kumuh dan kantong-kantong kemiskinan.

Kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola kurban Lazismu Makassar juga terus mengalami peningkatan.

Tahun ini, sebanyak 51 masjid di Kota Makassar resmi bergabung dan mempercayakan penyaluran hewan kurbannya kepada Lazismu.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mencegah penumpukan distribusi daging kurban di kawasan perkotaan tertentu, sekaligus memperluas manfaat hingga ke pulau-pulau pinggiran kota Makassar llorong-lorong padat penduduk dan wilayah marginal.

“Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Iduladha dirasakan oleh saudara-saudara kita warga pinggiran di gugusan pulau, lorong-lorong sempit dan pemukiman kumuh,” ujar Muhammad Imaduddin, Manager Area Lazismu Makassar, kepada media, Selasa (19/5/2026).

Dengan bantuan dari Masjid-masjid Muhammadiyah dan binaan Muhammadiyah ini, daya jangkau manfaat kurban tahun ini akan jauh lebih luas dan tepat sasaran, masyarakat juga tidak perlu menunjukkan wajah kemiskinannya di depan halayak publik, tidak perlu ada antrian panjang menunggu pembagian daging.

“Kita antarkan ke depan pintu rumah mereka langsung,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, Lazismu Makassar mengusung dua misi utama.

Pertama melalui program Pak Kumis yang fokus pada distribusi langsung daging segar kepada masyarakat di wilayah kumuh sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi jangka pendek secara merata.

Sementara pilar kedua diwujudkan melalui program “Kurban untuk Ketahanan Pangan”.

Melalui program ini, sebagian hewan kurban akan dikelola secara produktif guna mendukung ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang, khususnya bagi warga prasejahtera yang rentan menghadapi krisis pangan.

Adapun sasaran distribusi program Pak Kumis meliputi pemukiman padat penduduk di pinggiran kota dan keluarga dhuafa di kawasan dengan sanitasi minim, hingga lansia dan penyandang disabilitas di wilayah terpencil.

Lazismu Makassar turut mengapresiasi seluruh pengurus masjid dan para pekurban yang telah mempercayakan amanah kurbannya. Dengan tata kelola yang transparan dan profesional.

“Lazismu berharap ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi juga menjadi solusi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat,” harapnya.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan senyum dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)