INDEPENDENews.com- Federasi Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengumumkan bahwa kerja sama dengan Patrick Kluivert dan seluruh tim kepelatihan Timnas Indonesia telah diakhiri lebih awal melalui mekanisme mutual termination atau kesepakatan bersama.
Kontrak Kluivert sebenarnya berdurasi dua tahun (hingga 2027), namun keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh dan mempertimbangkan dinamika internal serta arah pembinaan sepak bola nasional ke depan.
PSSI menyatakan bahwa pengakhiran ini tidak akan menimbulkan kewajiban kompensasi langsung terhadap sisa kontrak karena dilakukan atas dasar kesepakatan bersama.
Salah satu faktor utama yang mendorong pemecatan adalah kegagalan Timnas Indonesia lolos ke babak berikutnya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat berada di putaran keempat, Indonesia menelan kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1), sehingga peluang lolos pupus.
Sepanjang kepelatihannya, Kluivert mencatat hasil dengan 3 kemenangan, 1 seri, dan 4 kekalahan dalam 8 pertandingan timnas.
Dampak Terhadap Struktur Pelatih Timnas
Keputusan ini tidak hanya berlaku untuk Kluivert. PSSI juga memutuskan untuk memberhentikan seluruh staf kepelatihan yang berasal dari Belanda, yang menangani Timnas di level senior, U-23, dan U-20.
Dengan demikian, struktur kepelatihan tim nasional Indonesia akan dibentuk kembali dari awal, dengan kemungkinan mempertimbangkan nama-nama lokal maupun asing sebagai kandidat pengganti.
