INDEPENDENews.com, JAKARTA – Pendidikan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, kembali menjadi sorotan publik.
Isu yang beredar menyebutkan Gibran tidak melampirkan pendidikan terakhirnya saat mendaftar sebagai calon wakil presiden.
Sejumlah pihak mempertanyakan kejelasan riwayat pendidikannya.
Gibran diketahui pernah menempuh studi di Management Development Institute of Singapore (MDIS) pada 2004–2007 dan melanjutkan ke University of Technology Sydney (UTS) pada 2007–2010.
Namun, muncul klaim dari sebagian kalangan bahwa pendidikan tersebut hanya menghasilkan sertifikat kursus, bukan ijazah strata.
Isu ini semakin ramai setelah beberapa tokoh publik mempertanyakan status gelar yang disandang Gibran.
Bahkan, beredar tudingan bahwa Gibran hanya lulusan setingkat SMK. Namun, klaim tersebut telah dibantah sebagai informasi menyesatkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Klarifikasi juga datang dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menyatakan bahwa pendidikan Gibran di luar negeri telah dilakukan proses penyetaraan dan diakui setara dengan gelar sarjana.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan dokumen pendidikan Gibran telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi untuk pencalonan pada Pemilu 2024.
Dengan demikian, polemik terkait pendidikan Gibran lebih banyak berputar pada perdebatan status ijazah dan gelar akademik ketimbang bukti pelanggaran administratif.
Hingga kini, tidak ada data resmi yang membuktikan bahwa Gibran tidak melampirkan pendidikan terakhirnya.(*)
- Jemaah Haji Diminta Tertib Barang Bawaan, Kadaker Bandara: Jangan Sepelekan Aturan Kecil - 30 April 2026
- Kejurnas Akuatik 2026 Digelar di GBK, Amirullah Nur Kawal Langsung Delegasi Sulsel - 30 April 2026
- Dari Hibah Lahan hingga Progres Nyata, Sekolah Unggulan KKSS Pekanbaru Kian Matang - 15 April 2026
