Bursa Calon Menpora Kian Menguat, Siapa yang Dipilih Presiden?

INDEPENDENews.com, Jakarta – Jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masih kosong setelah Dito Ariotedjo resmi dicopot dalam reshuffle kabinet.

Sejumlah nama kini mencuat ke permukaan, mewakili beragam latar belakang, mulai dari atlet, politisi muda, hingga kepala daerah.

Dari kalangan olahraga, Taufik Hidayat menjadi salah satu kandidat kuat. Mantan tunggal putra nomor satu dunia ini dikenal dengan prestasi emas Olimpiade Athena 2004 dan Kejuaraan Dunia 2005.

“Taufik memiliki pengalaman dan pemahaman teknis olahraga yang sangat mumpuni, ditambah jaringan luas di dunia olahraga internasional,” kata mantan Menpora sekaligus waketum PSSI, Zainudin Amali.

Dari jalur politik, ada nama Puteri Anetta Komarudin, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar.

Puteri dinilai representasi generasi muda di parlemen, aktif menyuarakan isu pemuda serta terlibat dalam organisasi olahraga dan kepemudaan.

“Kami mengusulkan Puteri Komarudin, tapi penunjukkan Menpora adalah hak prerogatif presiden,” ujar ketua umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Sementara itu, Moreno Soeprapto, mantan pembalap nasional yang kini duduk di DPR RI dari Gerindra, juga masuk dalam bursa. Latar belakangnya sebagai atlet otomotif dan legislator memberi kombinasi unik.

Nama Raffi Ahmad sempat ramai disebut karena popularitasnya dan kiprahnya di sepak bola lewat RANS Nusantara FC. Namun, Raffi menegaskan menolak tawaran kursi Menpora.

Satu nama lain yang kini mulai diperhitungkan adalah Bupati Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan YL. Sebagai kepala daerah muda, Adnan dikenal berhasil mendorong pembangunan sarana olahraga dan program kepemudaan di Sulawesi Selatan.

Ia juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan olahraga seperti PMI, Pramuka, dan KNPI.

“Adnan merepresentasikan generasi milenial yang punya pengalaman eksekutif sekaligus kedekatan dengan pemuda di daerah,” ujar mantan ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra.

Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum memberikan sinyal siapa yang akan dipilih.

Publik menantikan figur yang mampu menjembatani aspirasi atlet, organisasi olahraga, serta dinamika kepemudaan di era digital.(*)