Wakapolres Maros Minta Bhabinkamtibmas Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran Saat Musim Kemarau

Maros18 Dilihat

MAROS – Memasuki musim kemarau, Polres Maros mengintensifkan langkah pencegahan kebakaran dengan mengerahkan personel Pembinaan Masyarakat (Binmas) untuk aktif mengedukasi warga di wilayah binaan masing-masing.

Instruksi tersebut disampaikan Wakapolres Maros Kompol Ahmad Rosma saat memberikan arahan kepada personel di Mapolres Maros, Rabu (29/7/2026).

Ia meminta para Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan tugas pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada warga mengenai bahaya kebakaran yang kerap meningkat saat musim kemarau.

Menurut Ahmad Rosma, cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat potensi kebakaran lahan, kebun, hingga permukiman menjadi lebih tinggi.

Karena itu, upaya pencegahan harus lebih diutamakan dibanding penanganan setelah kebakaran terjadi.

“Warga perlu terus diingatkan agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama musim kemarau. Pencegahan akan jauh lebih baik daripada penanganan setelah terjadi kebakaran. Karena itu, kami mengajak seluruh personel Binmas untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah binaannya,” kata Kompol Ahmad Rosma.

Ia menegaskan, sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara rutin dengan pendekatan humanis.

Materi yang disampaikan di antaranya mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta menghindari aktivitas lain yang berpotensi memicu munculnya titik api.

Selain itu, Wakapolres juga meminta personel Binmas memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, tokoh masyarakat, hingga relawan kebencanaan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.

Polres Maros juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat kepolisian maupun instansi terkait jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat, diharapkan potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Menurut Ahmad Rosma, menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau semua pihak peduli dan saling mengingatkan, risiko kebakaran bisa ditekan. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (*)