Netizen Sebut Pemilik Mobil Rolls-Royce Bos Yamaha Soraco Jaya Abadi Makassar

Berita Utama1500 Dilihat

INDEPENDENews.com, MAKASSAR- Netizen menyebut mobil Rolls-Royce DD 1 EDY yang viral Rabu (1/10/2025) adalah milik Bos Yamaha Soraco Jaya Abadi Makassar.

Namanya adalah Eddy Harjono.

“Yang punya Yamaha Makassar Bos Edy,” tulis salah satu netizen di akun @sosmedmakassar.

Namun, Eddy harjono tak muncul di publik.

Hanya pengemudi mobil yang muncul bernama Arifuddin Jufri.

Mobil mewah Rolls-Royce senilai Rp20 miliar yang viral di Jalan AP Pettarani, Makassar, ternyata tidak memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) resmi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol Karsiman, mengungkapkan Rolls-Royce tersebut masih dalam proses pendaftaran di Ditlantas dan Samsat.

“Itu kendaraan baru yang sementara proses pendaftaran. Sambil menunggu TNKB aslinya keluar, pemilik menggunakan plat nomor yang belum terdaftar,” kata Karsiman, Kamis (1/10/2025).

Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Amin Toha, menegaskan pihaknya sudah menindak pengemudi mobil tersebut, Arifuddin Jufri.

Sejarah Singkat dan Kepemilikan

​Rolls-Royce bermula dari kemitraan antara seorang aristokrat pemilik diler mobil, Charles Rolls, dan seorang insinyur jenius yang fokus pada kualitas, Henry Royce, pada tahun 1904 di Manchester.

Mereka mendirikan Rolls-Royce Limited pada tahun 1906.

​Model awal mereka, Silver Ghost (diluncurkan 1907), langsung mendapatkan reputasi sebagai “mobil terbaik di dunia” berkat kualitas, keandalan, dan keheningannya yang luar biasa—standar yang dipertahankan hingga kini.

Pemisahan Bisnis: Seiring berjalannya waktu, bisnis Rolls-Royce terbagi. Perusahaan induknya dahulu memproduksi mesin mobil dan mesin pesawat.

Namun, setelah mengalami kebangkrutan dan nasionalisasi, bagian mesin pesawat menjadi perusahaan terpisah (Rolls-Royce plc, yang kini menjadi raksasa dirgantara), sementara bagian mobil dipegang oleh pihak lain.

Era BMW: Pada tahun 1998, setelah perseteruan hak merek yang terkenal antara BMW dan Volkswagen, BMW Group akhirnya mendapatkan hak atas merek dagang dan logo Rolls-Royce untuk digunakan pada mobil, dan mendirikan Rolls-Royce Motor Cars Limited.

Mobil pertama di bawah kepemimpinan BMW, Phantom Generasi VII, diluncurkan pada tahun 2003.

​Filosofi dan Proses Produksi

​Rolls-Royce dikenal bukan hanya karena harganya yang fantastis, tetapi karena filosofi pembuatannya: kemewahan tanpa batas dan kualitas absolut.

Hand-built (Buatan Tangan): Mayoritas mobil Rolls-Royce dirakit dengan tangan di pabrik Goodwood. Pengecatan, jahitan kulit, pemasangan panel kayu, dan pengerjaan garis coachline semuanya dikerjakan oleh pengrajin ahli.

Bespoke (Kustomisasi): Ini adalah inti dari merek Rolls-Royce. Pelanggan tidak sekadar memilih opsi, tetapi dapat menentukan hampir setiap detail mobil, mulai dari warna cat yang diambil dari lipstik favorit, hingga serat optik yang dipasang di langit-langit (Starlight Headliner) yang mereplikasi formasi bintang pada malam kelahiran mereka.

Teknologi & Kinerja: Meskipun mengutamakan kenyamanan, mobil Rolls-Royce didukung oleh mesin bertenaga besar (umumnya V12 Twin-Turbo) dan dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang disebut ‘Wafty’ atau ‘perjalanan karpet terbang’ (Magic Carpet Ride)—sangat mulus dan hening.

(*)