INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) menuai kecaman keras dari berbagai kalangan. Tindakan brutal tersebut dinilai sebagai bentuk teror terhadap perjuangan kemanusiaan dan ancaman serius terhadap kebebasan sipil di Indonesia.
Pendiri Sultan Hasanuddin Center Makassar, Makmur Idrus, mengecam keras peristiwa tersebut dan meminta aparat kepolisian bekerja cepat, profesional, dan transparan dalam mengungkap pelaku hingga ke akar-akarnya.
Menurut Makmur Idrus, penyiraman air keras bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan bentuk kekerasan yang berpotensi membungkam suara kritis masyarakat sipil. Ia menilai serangan terhadap aktivis HAM harus dipandang sebagai serangan terhadap nilai-nilai demokrasi dan keadilan.
“Ini bukan hanya kejahatan terhadap satu orang aktivis, tetapi juga ancaman terhadap perjuangan hak asasi manusia secara keseluruhan. Negara tidak boleh kalah oleh teror seperti ini,” tegas Makmur Idrus dalam pernyataannya di Makassar.
Ia menekankan bahwa aparat penegak hukum harus mampu mengungkap bukan hanya pelaku lapangan, tetapi juga kemungkinan adanya aktor intelektual yang berada di balik peristiwa tersebut. Menurutnya, praktik kekerasan terhadap aktivis sering kali tidak berdiri sendiri dan bisa terkait dengan kepentingan tertentu yang merasa terganggu oleh kerja-kerja advokasi.
Makmur Idrus juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang kasus kekerasan terhadap aktivis yang belum sepenuhnya terungkap secara tuntas. Oleh karena itu, ia berharap kasus ini tidak berhenti pada penangkapan pelaku teknis semata, tetapi juga mengungkap jaringan atau pihak yang mungkin berada di belakangnya.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai hanya pelaku lapangan yang ditangkap sementara dalang di baliknya tetap bebas,” ujarnya.
Sebagai lembaga yang bergerak dalam advokasi sosial dan kemanusiaan, Sultan Hasanuddin Center Makassar menyatakan solidaritas penuh terhadap korban serta mendesak negara memberikan perlindungan terhadap para aktivis yang memperjuangkan keadilan dan hak-hak masyarakat.
Makmur Idrus juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas akademik untuk mengawal proses hukum kasus ini agar berjalan transparan dan tidak berhenti di tengah jalan.
Ia menegaskan bahwa keberanian para aktivis HAM dalam menyuarakan kebenaran tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Justru negara harus memastikan bahwa ruang demokrasi tetap aman bagi siapa pun yang memperjuangkan keadilan.
“Jika kekerasan terhadap aktivis dibiarkan, maka pesan yang muncul adalah siapa pun yang bersuara kritis bisa menjadi korban berikutnya. Ini berbahaya bagi masa depan demokrasi kita,” katanya.
Makmur Idrus berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut, sekaligus memastikan korban mendapatkan perlindungan serta dukungan medis yang maksimal.
“Penegakan hukum yang tegas dan transparan adalah kunci untuk mengembalikan rasa aman masyarakat. Kami mendesak agar aparat kepolisian mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya,” katanya.(*)
