500 Kader Muda Gerindra Sulsel Berkumpul di Malino, Tatap Kemenangan Pemilu 2029

Berita Utama, Sulsel54 Dilihat

INDEPENDENEWS.COM, GOWA — Partai Gerindra Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

Sebanyak 500 kader muda Gerindra dari 24 kabupaten/kota di Sulsel dikumpulkan dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Sulsel di kawasan Batu Lapisi, Malino, Kabupaten Gowa.

Diklat tersebut berlangsung selama tiga hari, Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026).

Kegiatan dipimpin Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA).

Turut hadir Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin, 24 ketua DPC kabupaten/kota, serta anggota Fraksi Gerindra se-Sulsel.

Kaderisasi ini menjadi bagian dari strategi Gerindra Sulsel memperkuat barisan sekaligus menyiapkan kader menghadapi pertarungan politik pada Pemilu 2029.

AIA menegaskan Gerindra tidak ingin hanya mengandalkan tokoh yang sudah memiliki nama. Menurutnya, partai harus mampu mencetak kader sendiri melalui proses pembinaan sejak usia muda.

“Gerindra adalah partai kader yang punya ideologi dan visi. Kita ingin mencetak kader sendiri sejak muda,” kata AIA.

Ia mengatakan proses kaderisasi penting untuk membangun kesamaan ideologi dan visi di antara kader.

Dengan begitu, kader tidak sekadar bergabung karena kepentingan politik, tetapi memahami perjuangan partai sejak mengikuti proses pembinaan.

“Tidak sebatas menerima dan merekrut tokoh yang sudah jadi,” ujarnya.

Tak Ingin Ada Kader Instan

AIA menilai kader muda merupakan kekuatan penting bagi keberlanjutan Gerindra.

Ia berharap kader yang lahir dari proses kaderisasi memiliki loyalitas, militansi, serta ideologi yang sejalan dengan perjuangan partai.

“Karena kita butuh kader muda yang sejalan, punya ideologi yang sama,” katanya.

Menurut AIA, perjalanan Gerindra selama 18 tahun menjadi pengalaman penting dalam membangun sistem kaderisasi.

Pengalaman tersebut akan menjadi modal untuk terus memperbaiki pola pembinaan kader.

Gerindra, kata dia, tidak ingin melahirkan kader yang mudah goyah atau berpindah partai ketika menghadapi dinamika politik.

“Kita tidak lagi ingin punya kader instan yang mudah goyah atau pindah partai di tengah jalan,” tegasnya.

Kader muda juga tidak hanya diarahkan aktif dalam struktur internal partai.

Mereka didorong untuk turun langsung ke tengah masyarakat, menyapa warga, bekerja bersama masyarakat, serta menyampaikan ideologi dan visi Gerindra hingga tingkat akar rumput.

“Kader-kader ini diharapkan ambil bagian dalam pemenangan Pemilu 2029,” ujar AIA.

Bidik Juara Pemilu 2029 di Sulsel

Kaderisasi di Malino sekaligus menjadi bagian dari persiapan Gerindra Sulsel untuk menghadapi Pemilu 2029.

AIA menargetkan Gerindra dapat menjadi pemenang Pemilu 2029 di Sulawesi Selatan.

Target tersebut tidak lepas dari peningkatan perolehan kursi Gerindra pada Pemilu 2024.

Gerindra berhasil meraih lima kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan, menjadi perolehan kursi DPR RI terbanyak Gerindra di Sulsel.

Di DPRD Sulsel, perolehan kursi Gerindra juga meningkat dari 11 menjadi 13 kursi.

Meski demikian, Gerindra masih berada di posisi ketiga perolehan kursi DPRD Sulsel. Posisi tersebut berada di bawah NasDem dengan 17 kursi dan Golkar dengan 14 kursi.

Karena itu, penguatan kader menjadi salah satu strategi Gerindra untuk meningkatkan kekuatan politik pada Pemilu 2029.

AIA berharap 500 kader muda yang mengikuti Diklat Laskar Gerindra dapat menjadi bagian dari kekuatan tersebut.

Mereka ditargetkan tumbuh menjadi kader yang loyal, militan, memiliki visi yang sama, serta mampu bekerja hingga tingkat akar rumput.

Dengan kekuatan kader yang semakin solid, Gerindra Sulsel optimistis dapat memperkuat basis sekaligus mengejar target memenangkan Pemilu 2029 di Sulawesi Selatan. (*)