INDEPENDENEWS.COM, MAKASSAR – Perkumpulan Panrita Mandiri Global (PMG) terus mematangkan persiapan Sarasehan Budaya bertajuk “Merdeka Bangsaku, Merdeka Budayaku”. Salah satu rangkaian persiapan dilakukan melalui audiensi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00 WITA tersebut menjadi bagian dari persiapan sarasehan yang mengangkat tema kritis dan reflektif, “Apakah Kebudayaan Butuh Kemerdekaan?”
Sarasehan dijadwalkan berlangsung Sabtu (29/8/2026) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Panrita Mandiri Global dengan DPP IKA Unismuh Makassar beserta bidang-bidang terkait. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan akademisi, alumni, pegiat kebudayaan, pemerintah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dalam satu ruang dialog mengenai pemajuan kebudayaan.
Bahas Penguatan Kolaborasi Kebudayaan
Audiensi Panrita Mandiri Global dipimpin Ketua Perkumpulan, Herli, S.Sos., M.AP. Turut hadir Muhammad Irfan Basri, S.Pd., M.Pd.; Ahmad Hunain, S.Pd., M.T.; Safaruddin, S.Pd., M.Pd.; Suharti Novial, S.Pd., M.Pd.; serta Aspar S., S.IP.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis, terutama penguatan fasilitasi dan kerja sama di bidang kebudayaan.
Beberapa agenda yang menjadi perhatian meliputi fasilitasi kebudayaan dan penguatan program Desa Binaan Berbasis Budaya, kerja sama kegiatan kebudayaan, serta pemetaan potensi Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).
Selain itu, dibahas pula peluang pemanfaatan dan pengembangan potensi lahan atau area Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan melalui sinergi dan kemitraan bersama Panrita Mandiri Global.
Penguatan jejaring antara Panrita Mandiri Global, DPP IKA Unismuh Makassar, pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat budaya juga menjadi bagian penting dari pembahasan.
Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan menyambut positif inisiatif tersebut. Dukungan itu sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendorong pemajuan kebudayaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
“Apakah Kebudayaan Butuh Kemerdekaan?”
Sarasehan yang akan digelar pada 29 Agustus 2026 dirancang sebagai ruang dialog untuk membicarakan kembali posisi kebudayaan setelah 81 tahun Indonesia merdeka.
Tema “Apakah Kebudayaan Butuh Kemerdekaan?” dipilih untuk membuka diskusi mengenai makna kemerdekaan dari perspektif kebudayaan.
Kemerdekaan tidak hanya dipandang sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat menjaga identitas, mengembangkan kreativitas, melestarikan tradisi, serta memperoleh ruang untuk mengekspresikan dan mengembangkan kebudayaannya.
Karena itu, sarasehan diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Forum tersebut ditargetkan menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret bagi pemajuan kebudayaan di Sulawesi Selatan.
Libatkan Akademisi hingga Masyarakat Budaya
Sejumlah unsur dijadwalkan terlibat dalam sarasehan, antara lain Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, budayawan, akademisi, DPP IKA Unismuh Makassar, organisasi kebudayaan, Dewan Kesenian, Dewan Adat, lembaga kebudayaan, OPD, AMAN Sulsel, mahasiswa, dan pelajar.
Dari unsur akademisi dan alumni, turut dijadwalkan hadir Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, S.Pd., M.Hum., selaku akademisi sekaligus Ketua DPP IKA Unismuh Makassar.
Sementara unsur legislatif akan diwakili Heryawan, M.I.Kom., Wakil Ketua Pansus Ranperda Pemajuan Kebudayaan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperkaya perspektif sekaligus mempertemukan kepentingan masyarakat, akademisi, pemerintah, legislator, komunitas, dan pelaku kebudayaan.
Dari Dialog Menuju Gerakan Pemajuan Kebudayaan
Panitia mengarahkan pelaksanaan sarasehan untuk menghimpun informasi, masukan, gagasan, serta tanggapan konstruktif dari berbagai pemangku kepentingan.
Hasil dialog diharapkan menjadi bahan untuk memperkuat agenda pemajuan kebudayaan sekaligus membangun jejaring kerja sama antarlembaga.
Kolaborasi Panrita Mandiri Global dengan DPP IKA Unismuh Makassar menjadi salah satu upaya mempertemukan kekuatan komunitas, akademisi, alumni, pemerintah, legislator, dan masyarakat budaya.
Melalui forum tersebut, gagasan “Merdeka Bangsaku, Merdeka Budayaku” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi semangat bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan Sulawesi Selatan sebagai bagian penting dari kebudayaan nasional. (*)
- PMG-DPP IKA Unismuh Bakal Gelar Sarasehan Budaya, Angkat Tema ‘Merdeka Bangsaku, Merdeka Budayaku’ - 25 Agustus 2026
- Gaido Travel Buka Cabang ke-74 di Jembrana, Dorong Masjid Pantai Jadi Pusat Wisata Halal Bali - 25 Agustus 2026
- Martono Raih Doktor di UIN Alauddin, Ungkap Rahasia Pesantren Gombara Bentuk Karakter Santri Lewat ISMUBA - 25 Agustus 2026
