Empat Guru Besar Masuk Radar Bursa Rektor UNM 2026

INDEPENDENEWS.COM, MAKASSAR — Bursa pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) 2026 mulai menarik perhatian.

Sejumlah akademisi dengan pengalaman panjang di lingkungan UNM berpotensi meramaikan kontestasi tersebut.

Sedikitnya terdapat sejumlah nama yang memiliki rekam jejak akademik dan pengalaman struktural di UNM.

Mereka berasal dari berbagai bidang keilmuan dan pernah menduduki jabatan strategis di kampus.

Berikut sejumlah figur yang berpotensi masuk dalam bursa Rektor UNM 2026:

1. Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si.

Andi Aslinda merupakan akademisi dengan latar belakang Ilmu Administrasi Publik.

Ia lahir di Pinrang, 10 Oktober 1969.

Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Hasanuddin pada 1988.

Ia kemudian meraih Magister Administrasi Pembangunan pada 2000.

Gelar doktor Ilmu Administrasi Publik diperolehnya dari Unhas pada 2014.

Saat ini, Andi Aslinda aktif sebagai dosen tetap UNM.

Ia juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UNM.

Selain aktivitas akademik, ia aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan asosiasi akademik.

2. Arifin Manggau

Nama berikutnya adalah Arifin Manggau, akademisi dari Fakultas Seni dan Desain UNM.

Ia lahir di Ujungpandang, 2 April 1974.

Arifin merupakan alumni Program Studi Sendratasik FBS UNM.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada 1999 dan S2 Pendidikan Antropologi UNM pada 2001.

Program doktoralnya ditempuh di bidang Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang pada 2015–2018.

Arifin mulai menjadi dosen UNM sejak 2006.

Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Media Pembelajaran.

Ia juga pernah memimpin Pusat KKN dan Pemberdayaan Masyarakat UNM.

Pada 2024, Arifin dipercaya menjadi Wakil Dekan II FSD UNM.

Ia juga tercatat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM.

Di luar kampus, Arifin saat ini menjabat Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Selatan.

3. Guru Besar Ilmu Fisika FMIPA UNM Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si.

Figur berikutnya merupakan Guru Besar Ilmu Fisika FMIPA UNM.

Ia lahir di Purwoharjo, 17 Oktober 1969.

Pendidikan S1 Fisika ditempuh di IKIP Ujung Pandang dan selesai pada 1992.

Ia kemudian meraih gelar S2 dan S3 Fisika dari Institut Teknologi Bandung.

Pendidikan doktoralnya diselesaikan pada 2001.

Ia juga menjalani program Postdoctoral Applied Physics di University of Twente, Belanda, pada 2002–2004.

Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjadi Wakil Rektor IV UNM periode 2012–2016.

Ia juga pernah dipercaya sebagai Direktur PPG UNM periode 2010–2013.

Sejak 2017, ia tercatat sebagai bagian dari Majelis Program Doktor Kemdiktisaintek.

Pada 2025, ia juga dipercaya masuk Tim Pakar SDM Ditjen Kemdiktisaintek.

4. Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D.

Nama lainnya adalah Prof. Suwardi Annas.

Ia lahir di Teppo Batu, Wajo, 31 Desember 1969.

Suwardi menempuh pendidikan S1 Pendidikan Matematika di UNM pada 1992.

Ia kemudian menyelesaikan S2 Statistika di Institut Pertanian Bogor pada 2001.

Gelar doktor diperoleh dari Osaka Prefecture University, Jepang, pada 2007.

Bidang keahliannya berkaitan dengan statistika dan statistika lingkungan.

Di lingkungan UNM, Suwardi memiliki pengalaman panjang dalam jabatan struktural.

Ia pernah menjadi Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Pengembangan FMIPA UNM.

Kemudian menjadi Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA UNM periode 2016–2019.

Pada 2019, ia dipercaya menjadi Dekan FMIPA UNM.

Ia kembali menjabat sebagai Dekan FMIPA UNM sejak 2023 hingga sekarang. (*)