Wamendes Riza Patria Ajak Wahdah Islamiyah Bersinergi Bangun Desa dan Wujudkan Asta Cita

INDEPENDENEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng organisasi masyarakat Wahdah Islamiyah untuk mempercepat pemerataan pembangunan berbasis akar rumput.

Dalam perhelatan Soft Opening Muktamar V Wahdah Islamiyah yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Wakil Menteri Desa PDT, H. Ahmad Riza Patria, B.B.A., M.B.A., meminta seluruh kader Wahdah Islamiyah menjadi “Sahabat Desa” guna mengawal jalannya program Asta Cita Presiden RI.

Dalam Ceramah Kebangsaan bertajuk “Dari Desa Menuju Indonesia Berkah”, Riza Patria menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian untuk menyentuh seluruh wilayah pelosok Nusantara.

Menurutnya, kekuatan anggaran dan kewenangan negara harus dipadukan secara harmonis dengan keikhlasan serta jaringan dakwah para da’i di lapangan.

“Pemerintah punya kekuatan anggaran dan kewenangan, namun para da’i punya keikhlasan. Jika dua potensi besar ini kita satukan, maka akan lahir Indonesia yang maju dan berkah,” ujar mantan wagub DKI Jakarta ini di hadapan para peserta, Kamis (20/8/2026).

Wamendes PDT menggarisbawahi bahwa konsep “Sahabat Desa” merupakan bagian dari pendekatan Octahelix, di mana setiap lembaga maupun kader mendampingi minimal satu desa binaan sesuai ikatan emosional dan potensinya.

Gerakan ini menyasar pembangunan manusia dan penguatan ekonomi dari bawah secara langsung melalui beberapa langkah strategis seperti mendorong penguatan koperasi desa, membina UMKM, serta mengoptimalkan rantai pasok pangan lokal untuk mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pendidikan & dakwah solutif juga perlu ditingkatkan untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui pembentukan sekolah rakyat, pembangunan pesantren tahfizh di daerah tertinggal dan pesisir, serta pemberian keterampilan praktis bagi warga desa.” urainya.

Ia juga menyambung, bahwa program sahabat desa ini dilakukan dalam rangka pengembangan potensi lokal, menggerakkan sektor agribisnis seperti hidroponik dan budidaya perikanan hingga pembuatan konten kreatif berbasis keunggulan daerah.

Hadir dalam agenda tersebut, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung turut menyampaikan bahwa interaksi kader Wahdah Islamiyah dengan masyarakat desa sangat erat. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. (*)