MAKASSAR, INDEPENDENews.com – Semua orang Bugis-Makassar pasti kenal dengan Ca’doleng-doleng. Tarian bergaya khas erotis ini menjadi viral di era sebelum digitalisasi.
Goyang ini bahkan menjadi perhatian serius masyarakat saat awal reformasi.
Penemu tarian Ca’doleng-doleng, Fian mengakui tarian ini muncul seketika saja.
Tim independenews.com berhasil wawancara Fian di Makassar.
Fian, sapaan akrabnya, menceritakan awal mula tarian erotis ini.
Ia mengatakan tarian itu spontan saja muncul. “Saat itu, biduannya mabuk jadi dia buka baju hingga telanjang sambil bernyanyi,” katanya.
Dari satu panggung kemudian berentet ke panggung lain.
Sehingga, Ca’doleng-doleng pun viral di Sulawesi Selatan.
Bahkan, menjadi perhatian serius dari berbagai lembaga.
“Tarian ini tak bisa jadi kalau tidak ada persetujuan dari pemesan dan pihak berwajib,” katanya.
Orkes Ca’doleng-doleng Fian pun laku hingga ke pulau-pulau kecil di Sulawesi Selatan.
“Kalau di pulau paling aman karena tidak ada sorotan. Waktu itu kan tidak banyak orang punya kamera jadi ada terus,” katanya.
Dalam sejarahnya, tarian ini berhasil hadir di tengah-tengah masyarakat selama 17 tahun.
“Ca’doleng-doleng baru berhenti ketika saya berurusan hukum,” ungkapnya.
- Kemarau Panjang, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Shalat Istisqa - 3 September 2026
- 30 Santriwati Ummul Mukminin TP 25/26 Tembus PTN Favorit, Direktur Ucapkan Apresiasi Baznas RI - 3 September 2026
- Bedah Demokrasi Kolom Kosong, Sufirman Soroti Pilihan Rakyat dan Calon Tunggal - 3 September 2026
