INDEPENDENews.com, MAKASSAR – Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Sulawesi Selatan kolaborasi dengan Bank Indonesia dan sejumlah mitra strategis sukses melaksanakan Sharia Economics Academic Development (SEAD) Forum 2026 di Hotel Almadera, Makassar, Senin (26/10/2026) belum lama ini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi akademisi dalam merespons dinamika ekonomi dan keuangan syariah kontemporer.
Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Kompetensi Keilmuan dalam Merespons Dinamika Ekonomi dan Keuangan Syariah Kontemporer” tersebut dirancang sebagai ruang pengembangan kapasitas akademik, pertukaran pengetahuan, serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi, regulator, industri, dan lembaga keuangan syariah.
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. M. Rusdi, S.Si., M.Si., Apt.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia ekonomi syariah agar mampu mengikuti perkembangan industri, inovasi keuangan, digitalisasi, serta perubahan regulasi yang semakin dinamis.
Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, menurut kerangka kegiatan ini, tidak cukup hanya bertumpu pada pemahaman teori dan konsep dasar.
“Diperlukan pula kemampuan analitis, penguasaan metodologi, serta pemahaman terhadap praktik industri agar keilmuan yang dikembangkan di perguruan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesional,” katanya.
Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan resmi SEAD Forum 2026 disampaikan oleh R. Dwi Tjahja Kusuma W., Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran Bank Indonesia mencerminkan pentingnya sinergi antara regulator dan kalangan akademisi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan kajian akademik yang aplikatif, berbasis kebutuhan industri, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi syariah di Sulawesi Selatan.
SEAD Forum 2026 juga menjadi wadah untuk mempertemukan perspektif akademik dengan perkembangan nyata di sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Melalui forum ini, para akademisi diharapkan dapat memperkuat kemampuan dalam menganalisis persoalan kontemporer, menerapkan prinsip maqashid syariah, serta mengembangkan pembelajaran dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan ekosistem syariah.
Rangkaian kegiatan SEAD Forum 2026 berlangsung pada 26–27 Oktober 2026.
Agenda kegiatan mencakup penguatan metodologi yurisprudensi Islam, kompetensi ijtihad dalam merespons perkembangan regulasi dan fatwa ekonomi syariah, serta penerapan kaidah fiqhiyyah dalam inovasi produk dan digitalisasi keuangan syariah. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri perbankan syariah dan tata kelola keuangan haji.
Melalui penyelenggaraan SEAD Forum 2026, KDEKS Sulawesi Selatan berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara akademisi, regulator, industri, dan lembaga syariah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Tentang SEAD Forum 2026
Sharia Economics Academic Development Forum 2026 merupakan forum pengembangan kompetensi akademisi ekonomi syariah yang diinisiasi oleh KDEKS Provinsi Sulawesi Selatan.
Program ini diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara pengembangan keilmuan di perguruan tinggi dan kebutuhan praktik di sektor industri serta kelembagaan ekonomi dan keuangan syariah. (*)
- Refleksi Sumpah Pemuda, HIMAGARA UNM Serukan Persatuan dan Kondusivitas - 28 Oktober 2026
- SEAD Forum 2026 Digelar, KDEKS Sulsel dan BI Perkuat Ekonomi Syariah - 28 Oktober 2026
- Tim Pakar Unhas Kaji Cabai Unggul Unib, Bidik Peluang Bisnis - 27 Oktober 2026

