Oleh: Dr. Ahmad Suryadi, S.Pd., M.Pd.
Dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
INDEPENDENews.com – Hari ini, 25 November, bukan sekadar tanggal dalam kalender. Ini adalah momen untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan memberi hormat kepada para guru-guru di seluruh Indonesia.
Mereka yang setiap hari melangkah ke kelas membawa harapan, bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk masa depan bangsa.
Menjadi guru bukanlah profesi yang sederhana. Di balik senyum yang selalu berusaha tampak kuat, sering tersembunyi lelah yang panjang, cerita tentang waktu tidur yang dipotong demi memeriksa tugas, serta rasa cemas memikirkan murid-murid yang masih perlu bimbingan.
Namun, mereka tetap melangkah. Sebab mereka percaya bahwa setiap anak adalah cahaya, dan tugas merekalah menjaga cahaya itu tetap menyala.
Di ruang-ruang kelas sederhana, di sekolah-sekolah pelosok yang jauh dari gemerlap kota, hingga gedung-gedung besar di pusat pendidikan, guru terus menanamkan nilai tentang kejujuran, optimisme, ketangguhan, dan cinta pada pengetahuan.
Mereka bukan hanya mengajarkan rumus, teori, atau definisi, tetapi mengajarkan keberanian untuk bermimpi, dan kemampuan untuk berusaha mewujudkannya.
Setiap anak yang berhasil meraih cita-cita, setiap generasi yang tumbuh menjadi pemimpin, ilmuwan, dokter, teknisi, seniman, dan pemikir besar—semua itu selalu bermula dari seorang guru. Dari tangan mereka, masa depan bangsa dirakit pelan-pelan, hari demi hari.
Hari ini, semoga seluruh guru mengingat bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian.
Apresiasi terbesar tidak selalu datang dalam bentuk penghargaan atau tepuk tangan, tetapi dalam kilau mata murid-murid yang mulai memahami pelajaran, dalam senyum penuh syukur orang tua, dan dalam kenyataan bahwa apa yang mereka lakukan mengubah dunia—walaupun perlahan.
Terima kasih, guru-guru Indonesia. Terima kasih karena tidak menyerah.
Terima kasih karena memilih tetap hadir, sekalipun dunia sering tidak sepenuhnya memahami betapa berharganya peran Anda. Semoga Allah membalas setiap kebaikan, setiap kesabaran, dan setiap perjuangan yang telah dilakukan.
Selamat Hari Guru Nasional. Teruslah menjadi pelita, karena dari cahaya kecil yang kalian nyalakan, terang masa depan bangsa ini akan menyinari dunia. (*)
- Kick Off OlympicAD VIII di Makassar, Kontingen Sulsel Utus 1.587 Peserta, Optimis Raih Juara Umum - 12 Februari 2026
- Gelar Workshop Kurikulum, PW ‘Aisyiyah Sulsel Perkuat Pendidikan Ekoteologi Bagi Peserta Didik - 11 Februari 2026
- Achmad Yusran: Data Pemeliharaan Pohon DLH Makassar Dipertanyakan - 9 Februari 2026
