Kopdar Perdana Setelah 11 Tahun Via Online, MRR: Momen Perkuat Silaturahmi Alumni Unhas

Makassar57 Dilihat

INDEPENDENews.com – Komunitas alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Grup WhatsApp Alumni Unhas akan menggelar pertemuan tatap muka pada Senin (30/3/2026) malam di kafe Red Corner di Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar.

Pertemuan ini diinisiasi oleh admin grup, Muhammad Ramli Rahim, sebagai upaya mempererat silaturahmi setelah lebih dari satu dekade interaksi berlangsung secara daring.

Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 Wita ini menjadi momentum penting bagi para alumni yang selama ini hanya berinteraksi melalui ruang digital.

Para peserta juga diimbau untuk melaksanakan salat Isya terlebih dahulu sebelum bergabung dalam agenda tersebut.

Ramli menyampaikan, grup WhatsApp Alumni Unhas telah berjalan selama 11 tahun dan menjadi wadah komunikasi yang dinamis.

Ia menjelaskan bahwa grup tersebut tidak hanya digunakan untuk berbagi informasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi dan pertukaran gagasan di antara alumni.

“Grup ini sudah berjalan 11 tahun dan menjadi ruang yang sangat dinamis, tempat kami berdiskusi, berdebat, bahkan berbagi informasi penting,” ujar Ramli.

Ia menambahkan, dengan jumlah anggota yang hampir mencapai 1.000 orang, grup tersebut diwarnai beragam karakter.

Menurut dia, perbedaan latar belakang dan pandangan sering kali memunculkan dinamika yang cukup intens dalam percakapan sehari-hari.

“Ada yang tidak tahan kritik, tapi banyak juga yang santai menerima masukan, bahkan menjadikan grup ini sebagai sumber informasi dan aspirasi,” kata Ramli.

Secara tidak langsung, Ramli menilai bahwa dinamika tersebut merupakan hal wajar dalam komunitas besar. Ia melihat perbedaan respons anggota justru memperkaya sudut pandang dan memperluas wawasan kolektif para alumni.

Namun, ia juga mengakui bahwa diskusi di dalam grup kerap memanas, terutama ketika membahas isu-isu penting. Perdebatan bahkan bisa berlangsung sengit hingga saling serang secara verbal di ruang digital.

“Kadang diskusi bisa sangat panas, bahkan sampai saling serang secara verbal. Tapi itu semua hanya terjadi di dunia maya,” ujarnya.

Ramli menegaskan bahwa selama ini interaksi para anggota belum pernah terjadi secara langsung. Ia menyebut, tidak adanya pertemuan fisik membuat hubungan antaranggota masih terbatas pada komunikasi virtual semata.

Melalui agenda kopi darat ini, ia berharap para alumni dapat saling mengenal lebih dekat dalam suasana yang lebih hangat. Ia juga menginginkan agar pertemuan ini mampu meredam ketegangan yang selama ini muncul di ruang digital.

“Tidak ada pejabat, tidak ada atasan dan bawahan, tidak ada tokoh atau selebriti. Semua yang datang adalah alumni,” tegasnya.

Secara tidak langsung, ia menekankan bahwa kegiatan ini bersifat egaliter tanpa memandang status sosial maupun jabatan. Prinsip kesetaraan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang akrab dan terbuka bagi seluruh peserta.

Pertemuan akan dipusatkan di lantai satu lokasi kegiatan guna menciptakan interaksi yang lebih intens. Para peserta diharapkan dapat berdialog secara santai dan membangun relasi yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Ke depan, Ramli berharap kegiatan ini dapat melahirkan ide-ide segar yang bermanfaat, baik untuk pengembangan pribadi maupun kontribusi sosial alumni.

Ia juga membuka peluang agar pertemuan serupa dapat digelar secara rutin sebagai bagian dari penguatan jejaring alumni Unhas. (*)