Resmi Dilantik jadi Pengurus PP PMKRI, Dwita Rama Bakal Perkuat Riset dan Teknologi

INDEPENDENews.com, JAKARTA – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Periode 2026 – 2028 resmi dilantik.

Seremoni pelantikan yang menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan mandat organisasi selama dua tahun ke depan.

Dalam pelantikan tersebut, Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PP PMKRI Periode 2026-2028 dibacakan dan menetapkan sejumlah kader untuk mengisi struktur kepengurusan.

Salah satunya adalah Dawita Rama, yang dipercayakan sebagai Presidium Riset dan Teknologi Pengurus Pusat PMKRI Periode 2026-2028.

Ketua Presidium PP PMKRI Periode 20262028, Christian A. D. Rettob, dalam pidato pelantikannya menegaskan bahwa gerakan PMKRI selama masa kepemimpinannya akan berpijak pada nasihat dan koreksi kebangsaan yang termuat dalam Nota Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

“Jalan Harapan di Tengah Dinamika Bangsa, Gereja Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan di Indonesia.”

“PMKRI dengan segala kemampuan kader hari ini akan berusaha menginternalisasi dan mengimplementasikan nasihat kebangsaan ini,” ujar Christian A. D. Rettob dalam pidatonya.

Sejalan dengan arah tersebut, Dawita Rama memandang bidang riset dan teknologi memiliki peran penting dalam menjawab perkembangan zaman sekaligus mendukung gerakan organisasi yang berbasis pada pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Dawita menyampaikan bahwa amanah sebagai Presidium Riset dan Teknologi akan dijalankan dengan komitmen untuk membangun ruang riset, pengembangan gagasan, serta pemanfaatan teknologi yang tetap menempatkan manusia sebagai pusatnya.

“Ke depan saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah ini. Bagi saya, riset dan teknologi merupakan bidang yang saat ini berjalan berdampingan dengan kehidupan kita. Karena itu, kita tidak boleh kaku terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga harus bijak dalam penggunaan dan penerapannya,” ujar Dawita.

Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau (AI), perlu ditempatkan sebagai instrumen yang membantu manusia dalam mengembangkan pengetahuan dan menyelesaikan berbagai persoalan, bukan sebagai sesuatu yang justru mengambil alih peran manusia.

“Teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI). Manusia yang harus mampu mengendalikan dan menggunakannya secara bijak, bukan justru sebaliknya. Karena itu, penting bagi PMKRI untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, mengkritisi, dan memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat,” lanjutnya.

Dawita juga melihat bahwa riset dan teknologi ke depan tidak hanya berbicara mengenai perkembangan perangkat atau kecanggihan digital, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk membaca persoalan-persoalan sosial secara lebih tepat.

Menurutnya, PMKRI memiliki ruang untuk mendorong kader agar semakin dekat dengan dunia riset, data, inovasi, dan perkembangan teknologi, sekaligus tetap memiliki kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan realitas masyarakat.

“Harapannya, bidang ini dapat menjadi ruang bagi kader untuk berdiskusi, melakukan riset, mengembangkan gagasan, dan membaca persoalan bangsa dengan pendekatan yang lebih berbasis data. Tetapi pada saat yang sama, kita tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaan dalam setiap perkembangan yang kita hadapi,” tuturnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, Dawita berharap Presidium Riset dan Teknologi dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kontribusi PMKRI dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus mendukung arah gerakan organisasi selama periode 2026-2028.

“Ini adalah amanah dan tanggung jawab bersama. Saya berharap kita bisa membangun sesuatu yang bukan hanya baik untuk internal organisasi, tetapi juga memiliki manfaat dan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Dawita. (*)