Badris Salam Temui Amirullah Nur Jelang Musda REI Sulsel, Siap Bangun Kolaborasi

INDEPENDENEWS.COM, MAKASSAR — Pertarungan calon Ketua Realestat Indonesia (REI) Sulsel semakin seru menjelang agenda musyawarah daerah mendatang.

Terbaru Badris Salam datang menemui Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia Sulawesi Selatan (Gapeksindo Sulsel), Amirullah Nur Saenong.

Pertemuan berlangsung santai di salah satu cafe di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Turut hadir Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sulsel, Andi Yusran Paris, pengacara Aldin Bulen, pegiatan otomotif M Fahmy Mochtar S.

Mereka makan siang bareng sambil ngopi.

Amirullah Nur baru saja tiba di tanah air sepulang ibarah umrah di Makkah.

Dari tanah suci, Amir sebelumnya mendoakan dan menyatakan dukungan untuk Badris Salam maju calon Ketua REI Sulsel.

Amir dan Badris adalah sahabat lama sesama pengusaha.

Pertemuan berlangsung santai. Mereka berbincang mengenai perkembangan ekonomi Sulsel, prospek bisnis properti, hingga peluang kolaborasi antara pengembang dan pengusaha konstruksi.

Momentum pertemuan ini berlangsung di tengah persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Realestat Indonesia (REI) Sulsel yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.

Saat ini, bursa Ketua REI Sulsel mengerucut pada dua nama, yakni Badris Salam dan Rezza Pratama Said.

Amirullah mengatakan pertemuan tersebut berawal dari undangan silaturahmi yang disampaikan Badris.

“Hari ini kita menerima undangan silaturahmi saudara Haji Badris. Kita ngopi di salah satu cafe di Jakarta. Haji Badris ini sahabat lama saya, saya baru pulang umrah diajak silaturahmi,” kata Amirullah saat dihubungi soal pertemuannya dengan Badris.

Menurut Amirullah, pembicaraan dalam pertemuan itu tidak hanya menyangkut dinamika organisasi REI, tetapi lebih luas membahas perkembangan ekonomi Sulsel dan masa depan sektor properti.

Ia melihat sektor pengembangan perumahan dan industri konstruksi memiliki keterkaitan yang kuat dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Pengembang membutuhkan dukungan rantai konstruksi, sementara pelaku konstruksi juga memiliki kepentingan terhadap keberlanjutan proyek-proyek pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

Karena itu, Amirullah membuka peluang agar Gapeksindo dan REI Sulsel dapat membangun kolaborasi yang lebih kuat ke depan.

“Diharapkan kedepan Gapeksindo dan REI bisa kalaborasi kedepan pengembang dan dan pengusaha kontruksi, kita sama-sama membangun ekonomi Sulsel, membuka lapangan pekerjaan, dan ikut ambil peran mewujudkan program 3 juta rumah pemerintahan Pak Prabowo,” katanya.

Program pembangunan 3 juta rumah pemerintah menjadi salah satu konteks penting yang turut dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Bagi pelaku usaha properti dan konstruksi, program perumahan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan hunian bagi masyarakat, tetapi juga memiliki efek berantai terhadap sektor konstruksi, tenaga kerja, material bangunan, pembiayaan hingga aktivitas ekonomi di daerah.

Amirullah menilai sinergi antara pengembang dan kontraktor dapat menjadi bagian dari upaya memperbesar kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Sulsel.

Di sisi lain, pertemuan Amirullah dan Badris menjadi salah satu perkembangan terbaru menjelang Musda REI Sulsel.

Badris merupakan pengusaha properti di bawah Bumi Pundi Karsa Holding Company. Salah satu proyek yang dikenal adalah Bumi Findaria Mas di kawasan Moncongloe, Maros.

Badris memiliki pengalaman panjang di sektor konstruksi dan properti.

Ia mengawali perjalanan profesionalnya dari pekerjaan sebagai buruh bangunan, kemudian menjadi tukang, mandor hingga subkontraktor sebelum masuk ke bisnis pengembangan perumahan.

Ia mulai serius memasuki bisnis developer sekitar 2007 dan kemudian mengembangkan proyek di sejumlah daerah di Sulsel.

Sementara Rezza Pratama Said merupakan Wakil Ketua REI Sulsel yang juga memiliki sejumlah perusahaan properti.

Rezza mengelola PT Patiarase Propertindo, PT Patiarase Putra Properti, PT Indoproperti Sukses Gemilang, serta PT Espresa Putra Agung.

Keduanya kini berada dalam bursa kandidat Ketua REI Sulsel untuk periode kepengurusan mendatang.

Dengan Musda yang dijadwalkan berlangsung Oktober, komunikasi antarpelaku usaha properti, konstruksi, serta organisasi dunia usaha menjadi bagian dari dinamika yang berkembang menjelang forum tersebut.

Pertemuan Badris dengan Amirullah sendiri disebut sebagai silaturahmi sekaligus pembicaraan mengenai ekonomi dan peluang kolaborasi antara sektor properti dan konstruksi di Sulsel. (*)