Perkuat Budaya Literasi, Eskul Selis Labschool SMP Unismuh Makassar Kunjungi Perpustakaan Wilayah

Makassar11 Dilihat

INDEPENDENEWS.COM, MAKASSAR — Semangat menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda terus digelorakan Labschool SMP Unismuh Makassar melalui ekstrakurikuler Selis (Seni dan Kepenulisan).

Tak sekadar menjadi wadah mengasah kemampuan seni dan menulis, Eskul Selis juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa agar gemar membaca, berpikir kritis, kreatif, serta berani menuangkan gagasan melalui karya.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan edukatif ke Perpustakaan Wilayah dan Kearsipan Sulsel, Jl Sultan Alauddin Makassar, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia perpustakaan, kepenulisan, sekaligus berbagai sumber pengetahuan yang dapat menjadi inspirasi dalam menghasilkan karya.

Kunjungan tersebut didampingi Guru Pembina Eskul Selis Labschool SMP Unismuh Makassar, Dr. Maria Ulviani, S.Pd., M.Pd.

Maria mengatakan, literasi tidak seharusnya dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis secara teknis.

Menurutnya, literasi harus menjadi budaya yang mampu membentuk cara berpikir peserta didik dalam memahami informasi, mengolah gagasan, menyampaikan pendapat, hingga menghasilkan karya.

“Anak-anak perlu diperkenalkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi ruang bertemunya pengetahuan, gagasan, kreativitas, dan inspirasi. Dari membaca, mereka dapat menemukan ide; dari ide, mereka dapat menulis; dan dari tulisan, mereka dapat melahirkan karya,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, siswa diajak mengenal lingkungan perpustakaan sekaligus memahami pentingnya membaca sebagai fondasi dalam proses kepenulisan.

Para siswa juga berkesempatan melihat berbagai koleksi dan memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, selaku Plt. Kabid Perpustakaan sekaligus Kasi Layanan Perpustakaan, serta Desy Selviana, Pustakawan Madya.

Keduanya memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai perpustakaan, layanan literasi, serta pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini.

Suasana kegiatan berlangsung edukatif dan penuh antusiasme.

Para siswa tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi diarahkan untuk melihat perpustakaan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan ruang untuk menemukan berbagai inspirasi.

Seni dan Menulis Jadi Satu

Eskul Selis memiliki karakter tersendiri karena memadukan dua kekuatan kreatif, yakni seni dan kepenulisan.

Melalui seni, siswa belajar mengekspresikan rasa, imajinasi, dan kreativitas. Sementara melalui kepenulisan, mereka belajar mengolah pengalaman dan gagasan menjadi tulisan yang terstruktur dan bermakna.

“Target kita bukan sekadar anak-anak bisa menulis. Lebih jauh, kita ingin mereka memiliki keberanian untuk membaca, berpikir, berpendapat, berimajinasi, dan menghasilkan karya. Literasi harus hidup di sekolah dan menjadi bagian dari karakter peserta didik,” kata Maria.

Menurutnya, pengalaman belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas.

Kunjungan ke perpustakaan menjadi salah satu cara menghadirkan pengalaman belajar secara langsung sekaligus memperkuat ekosistem literasi di lingkungan sekolah.

Ke depan, Eskul Selis diharapkan dapat mengembangkan berbagai program kreatif, seperti praktik menulis, apresiasi karya sastra, pementasan seni, publikasi karya siswa, kunjungan literasi, hingga kolaborasi dengan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, seni, budaya, dan literasi.

Dengan semangat membaca untuk mengetahui, menulis untuk berbagi, dan berkarya untuk menginspirasi, Eskul Selis Labschool SMP Unismuh Makassar terus berupaya menjadikan literasi sebagai gerakan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan siswa.

Kunjungan tersebut pun menjadi lebih dari sekadar agenda sekolah.

Ada harapan agar dari satu buku lahir satu gagasan, dari satu gagasan lahir sebuah tulisan, dan dari sebuah tulisan lahir inspirasi yang dapat dibagikan kepada banyak orang. (*)