MAKASSAR – Musibah kebakaran hebat yang melanda Jalan Sultan Abdullah, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Jumat (31/7/2026) dini hari, menyisakan duka bagi ratusan warga.
Sedikitnya 57 rumah hangus terbakar, memaksa 81 kepala keluarga (KK) atau sekitar 310 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Di tengah duka para korban, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui kolaborasi Lazismu Makassar, Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (MDMC), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tallo, serta organisasi otonom Muhammadiyah.
Berdasarkan data Rapid Assessment Lazismu Makassar, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 Wita. Selain menghanguskan puluhan rumah, para penyintas kini membutuhkan bantuan mendesak berupa bahan bangunan, pakaian, sembako, hingga obat-obatan.
Staf Dinas Sosial Kota Makassar, Rifaldi, mengatakan kebakaran berdampak luas terhadap masyarakat.
“Api yang berkobar menghanguskan setidaknya 56 rumah warga serta menyebabkan 95 kepala keluarga terdampak,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Wakil Ketua PDM Kota Makassar Chaeruddin Hakim didampingi Ketua PCM Tallo Irwan Rahim menyerahkan langsung 81 paket bantuan kepada para korban di lokasi pengungsian.
Chaeruddin mengatakan Muhammadiyah bersama ‘Aisyiyah, MDMC, dan Lazismu akan terus membuka ruang kolaborasi untuk membantu warga yang terdampak.
“Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah berkolaborasi bersama MDMC dan Lazismu terus menggalang bantuan untuk korban kebakaran,” katanya, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, kehadiran Muhammadiyah di lokasi bencana merupakan bagian dari komitmen dakwah kemanusiaan yang selama ini menjadi ruh gerakan persyarikatan.
“Ini bagian dari gerakan dakwah kita. Muhammadiyah terus hadir untuk semua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PCM Tallo Irwan Rahim yang sejak awal berada di lokasi kebakaran mengapresiasi respons cepat jajaran Muhammadiyah Kota Makassar dalam membantu para penyintas.
Ia berharap seluruh korban diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Semoga diberi ketabahan dan kesabaran kepada saudara-saudara kita yang terdampak,” ujarnya.
Di sisi lain, Manager Lazismu Kota Makassar Muhammad Imaduddin menjelaskan bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzakki, munfik, dan para donatur yang mempercayakan penyalurannya melalui Lazismu.
Menurutnya, bantuan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan dasar, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak korban kebakaran.
“Bantuan yang dibawa merupakan amanat dari para muzakki, munfik, dan mudhohi. Isinya berupa selimut, peralatan mandi, hingga alat tulis kantor (ATK) untuk siswa-siswi yang terdampak bencana kebakaran,” jelas Imaduddin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana guna membantu proses pemulihan pascabencana.
“Kami mengajak masyarakat luas untuk ikut berdonasi di Lazismu Makassar untuk membantu korban terdampak bencana ini,” pungkasnya.
Berdasarkan hasil asesmen cepat Lazismu Makassar, kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi seng untuk atap rumah, kayu bangunan, pakaian layak pakai, sembako, serta obat-obatan. Hingga proses pendataan selesai dilakukan, situasi keamanan di lokasi dilaporkan tetap kondusif.
Muhammadiyah Makassar memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak agar bantuan bagi para korban dapat terus mengalir hingga masa pemulihan selesai. (*)
- Taruna Ikrar: Indonesia Tak Boleh Masuk Era Pasca-Antibiotik, Kampus Harus Ambil Peran - 31 Juli 2026
- Kebakaran Hanguskan 56 Rumah di Tallo, Muhammadiyah Makassar Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban - 31 Juli 2026
- Fathin Shidqia Ikram Murid MTsN 1 Makassar Lolos Olimpiade Sains Internasional, Bakal Bersaing 13 Negara - 30 Juli 2026
