Resmi Rilis Logo, Muktamar V Wahdah Islamiyah Digelar Agustus di Jakarta

Makassar77 Dilihat

INDEPENDENews.com – Organisasi massa Islam Wahdah Islamiyah tengah memantapkan langkah menuju perhelatan akbar Muktamar V yang akan digelar di Jakarta, 22 – 25 Agustus 2026 mendatang.

Mengiringi persiapan tersebut, Wahdah Islamiyah secara resmi merilis logo Muktamar V yang mencuri perhatian publik karena desainnya yang modern namun sarat akan makna mendalam.

Bukan sekadar identitas visual, logo Muktamar V merupakan manifestasi dari semangat kolaborasi, cinta tanah air, dan visi global.

Berikut adalah bedah filosofi di balik elemen-elemen logo Muktamar V Wahdah Islamiyah:

1. Huruf “V” yang Dinamis: Fase Pematangan

Elemen utama berupa huruf “V” melambangkan angka romawi lima, menandakan usia muktamar yang telah memasuki fase kelima.

Bentuk yang mengarah ke depan mencerminkan gerak maju bersama menuju kemenangan. Perpaduan warna Merah dan Putih melambangkan keberanian dan kesucian niat dalam melangkah dengan penuh integritas.

2. Monumen Nasional (Monas): Titik Temu Kebangsaan

Hadirnya ikon Monas di tengah logo menegaskan Jakarta sebagai pusat lokasi Muktamar. Monas menjadi simbol bahwa semangat perjuangan umat tumbuh dari pusat negeri dan memancar ke seluruh penjuru. Warna Kuning pada Monas merepresentasikan optimisme dan energi kebangkitan.

3. Kapal Phinisi & Samudra: Tangguh Melintasi Tantangan

Simbol Kapal Phinisi merepresentasikan ketangguhan dan warisan maritim yang memandu perjalanan dakwah.

Sementara elemen Samudra menggambarkan luasnya peluang dan tantangan. Pesan yang ingin disampaikan adalah menjadikan persatuan sebagai kekuatan untuk terus bergerak menuju Indonesia yang berkah.

4. Globe (Bola Dunia): Visi Dakwah Global

Siluet bola dunia berwarna toska melambangkan bahwa Wahdah Islamiyah bersifat inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas wilayah dan generasi.

Warna Toska dipilih untuk mencerminkan keseimbangan dan harapan akan dakwah yang menyejukkan bagi dunia.

Penyelenggaraan Muktamar V ini diharapkan menjadi momentum penguatan fondasi organisasi melalui persatuan dan kolaborasi seluruh elemen umat untuk Indonesia yang lebih baik. (*)