Jemaah Haji Diminta Tertib Barang Bawaan, Kadaker Bandara: Jangan Sepelekan Aturan Kecil

INDEPENDENews.com, MADINAH — Kelancaran kedatangan jemaah haji Indonesia di bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Arab Saudi ternyata sangat ditentukan oleh hal sederhana, kepatuhan terhadap aturan barang bawaan.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara mengingatkan jemaah, khususnya dari embarkasi layanan Saudia seperti Batam, Palembang, Jakarta, Kertajati, dan Surabaya, agar tidak mengabaikan ketentuan tersebut demi menghindari kendala saat proses ketibaan.

Imbauan ini muncul setelah adanya arahan langsung dari otoritas bandara Arab Saudi kepada petugas haji, sehingga diperlukan keselarasan informasi antara petugas di Tanah Air dan di Tanah Suci.

“Hal kecil seperti barang bawaan ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kelancaran layanan dan keamanan jemaah sendiri,” ujar Kadaker Bandara.

Ia menegaskan, jemaah harus memastikan koper kabin selalu dibawa saat turun dari pesawat dan tidak tertinggal, baik di kabin maupun di bus bandara.

Selain itu, penggunaan karton sebagai pembungkus bagasi tambahan juga dilarang karena berisiko rusak dalam proses distribusi, sehingga seluruh barang wajib dilengkapi pelindung atau wrapping.

Untuk dokumen penting seperti paspor, jemaah diminta menyimpannya di tas khusus paspor dan tidak dibungkus plastik agar mudah diperiksa serta terhindar dari kerusakan.

Kadaker juga menekankan peran petugas haji di embarkasi agar aktif mengedukasi jemaah sejak awal keberangkatan dengan pendekatan yang jelas, tegas, namun tetap humanis.

“Kalau sejak di embarkasi sudah tertib, maka saat tiba di Arab Saudi semua proses bisa berjalan cepat, aman, dan tanpa hambatan,” tambahnya.

Pemerintah berharap kedisiplinan jemaah dalam mengikuti aturan sederhana ini dapat mempercepat layanan bandara, meminimalkan risiko kehilangan barang, serta meningkatkan kenyamanan selama menjalankan ibadah haji.(*)