Berkah Ramadan, Lazismu Makassar Salurkan Bantuan Bagi Guru Honorer TK hingga SMA

INDEPENDENews.com — Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah Kota Makassar (Lazismu Makassar) menyalurkan bantuan kepada 100 guru honorer dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah.

Program bertajuk Peduli Guru ini dilaksanakan dalam momentum bulan suci Ramadhan sebagai bentuk perhatian terhadap para pendidik yang telah lama mengabdikan diri di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDIM) Kota Makassar, Jalan Gunung Lompobattang No. 201, Makassar.

Koordinator Lazismu Makassar, KH. Sudirman, mengatakan bahwa Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

Menurut dia, ujian kehidupan dapat datang dan pergi, sehingga manusia perlu menyiapkan diri dengan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Ujian ada yang datang dan ada yang pergi. Kesiapan kita sebagai hamba adalah memiliki kepedulian yang tinggi untuk membantu saudara seiman,” kata Sudirman saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Makassar, Anwar Enre, menekankan pentingnya sinergi antara para pemberi zakat dan pengelola zakat dalam memperkuat manfaat sosial zakat bagi masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara para muzakki dan munfiq.

Menurut Anwar, koalisi antara muzakki dan munfiq diperlukan agar tujuan zakat untuk memakmurkan kehidupan masyarakat dapat tercapai secara optimal.

Ia juga menegaskan bahwa Lazismu berkomitmen menyalurkan dana umat secara tepat sasaran kepada kelompok yang membutuhkan.

Hal senada disampaikan H. Asyraf Aslam yang menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang berintegritas.

Ia menyatakan bahwa para amil perlu bekerja secara lebih intensif untuk menghimpun dana dari para muzakki dan menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak menerima, terutama kalangan dhuafa.

Menurut Asyraf, upaya memperkuat pengelolaan zakat harus disertai kerja keras para amil agar program-program sosial dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Ia berharap para pengelola zakat semakin giat mencari muzakki sekaligus memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

Manager Lazismu Makassar, Muhammad Imaduddin, menjelaskan bahwa para penerima bantuan merupakan guru honorer yang telah lama mengabdikan diri mengajar di TK ABA dan sekolah Muhammadiyah. Ia menilai peran para guru tersebut sangat penting dalam mendukung pendidikan di lingkungan persyarikatan.

Imaduddin menambahkan bahwa banyak guru honorer tetap mengajar selama bertahun-tahun dengan keterbatasan kesejahteraan. Karena itu, Lazismu berupaya menghadirkan program yang dapat sedikit meringankan beban mereka, terutama pada bulan Ramadhan.

Salah satu penerima manfaat, Shofia Laila Abubakar, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya melalui program tersebut. Ia mengatakan bantuan dari Lazismu sangat membantu para guru honorer dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, saya sebagai salah satu penerima program Peduli Guru Lazismu sangat berterima kasih kepada para donatur dan pengurus Lazismu. Berkat program ini kami sebagai guru honorer sangat terbantu,” ujar Shofia.

Ia juga mendoakan agar para donatur dan pengurus Lazismu senantiasa diberi keberkahan, kesehatan, serta kelancaran rezeki.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak guru honorer di lingkungan Muhammadiyah yang merasakan manfaatnya di masa mendatang. (*)