INDEPENDENews.com – Penyakit TBC masih menjadi masalah kesehatan serius di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Data Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel menyebutkan bahwa estimasi kasus TBC di Sulsel tahun 2025 adalah 45.472, dan laporan per November ini temuan kasus baru mencapai 23.834 atau 52,4%.
Demikian diungkapkan Manager SR Yamali TB Sulsel, Wahriyadi, saat dijumpai di tengah-tengah kegiatan kampanye Toss TBC lintas sektor yang diprakarsai oleh Kemenko PMK dan Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan di car free day, Universitas Hanasuddin, Ahad (9/11/2025).
Menurutnya, angka temuan kasus ini masih akan terus bertambah seiring dengan upaya dan langkah percepatan Eliminasi TBC yang digencarkan pemerintah.
“Dari sisi komunitas tentu kami juga ingin selalu memastikan untuk berkontribusi. alhmadulillah 5022 dari 23.834 itu adalah kontribusi kader-kader Yamali TB di 9 kabupaten dan kota se-Sulsel. itu juga masih akan terus bertambah untuk mengejar target dua bulan tersisa tahun 2025,” tukasnya.
Membaur dengan ratusan orang di sepanjang jalan bebas kendaraan itu, Wahriyadi hadir bersama yim dan puluhan kader serta pasient supporter Yamali TB untuk menyambangi setiap orang guna melakukan edukasi tentang informasi dasar TBC serta membagikan brosur layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC gratis berbasis komunitas.
“Kami sebelum ke sini, juga sempat di CFD Boulevrad untuk juga edukasi TBC di sana, jadi dari CFD ke CFD untuk lebih banyak warga yang kita jangkau,” tambahnya.
Salah seorang warga yang dikonfirmasi mengaku tidak banyak tahu tentang TBC, hanya sebatas mengetahui bahwa salah satu gejalanya adalah batuk berdahak.
Dari brosur dan informasi yang diterima, ia baru tahu kalau kasus TBC ternyata besar dengan penularan yang mudah dan membuat setiap orang beresiko mengidapnya.
“Saya pikir ini penting untuk disebarluaskan lagi informasinya karena banyak yang tidak tahu, ternyata tidak adami Covid-19, tapi masih ada TBC yang juga mengintai kita semua,” katanya.
Wahriyadi menimpali bahwa untuk alasan itulah Yamali TB akan terus berkomiten untuk mengedukasi masyarakat terkait TBC.
Ia juga berharap dengannya kesadaran publik akan penyakit TB akan semakin nyata dengan cara menjadi agen-agen TB yang berkontribusi dalam menemukan terduga TB untuk memeriksakan dirinya ke layanan kesehatan. (*)
