Visi dan Misi Unhas 2015 – 2030: Prof. JJ Paparkan Keberhasilan, Prof. Budu Usul Kampus Berdampak

Berita Utama456 Dilihat

INDEPENDENews.com, MAKASSAR — Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 kini memasuki tahap penyaringan.

Panitia telah menetapkan dan mengundi nomor urut enam bakal calon rektor (Bacarek).

Dari enam kandidat tersebut, lima merupakan penantang baru, sementara satu merupakan petahana.

Seluruh Bacarek telah menyerahkan kertas kerja masing-masing sebagai bagian dari tahapan seleksi.

Salah satu kandidat, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa (Prof JJ), menunjukkan rekam jejak gemilang selama memimpin “Kampus Merah” sebutan Universitas Hasanuddin.

Selama masa kepemimpinannya, Prof JJ berhasil menempatkan Unhas sebagai kampus terbaik ketiga di tingkat nasional.

Ia juga membawa Unhas meraih peringkat pertama nasional dalam Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan 73 proposal yang berhasil didanai.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Prof JJ, Unhas mencatat prestasi luar biasa dengan jumlah profesor (guru besar) terbanyak di Indonesia.

Prof JJ juga aktif merealisasikan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama pada poin keempat yang menekankan penguatan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Sejak menjabat sebagai rektor periode 2020–2025, Prof JJ mencatat sejumlah capaian penting:

1. Pengakuan global dan internasional,

2. Kinerja unggul di tingkat nasional,

3. Transformasi digital dalam akademik dan administrasi,

4. Penguatan manajemen keuangan dan tata kelola digital,

5. Peningkatan layanan dan kesejahteraan dosen serta tenaga kependidikan,

6. Pembangunan infrastruktur digital dan keamanan data,

7. Dukungan terhadap pencapaian SDGs,

8. Penguatan layanan mahasiswa dan alumni,

9. Peningkatan mutu akademik dan akreditasi,

10. Pengembangan riset dan inovasi yang terfokus serta kolaboratif.

 

Selama periode kepemimpinannya, mahasiswa Unhas juga mencatat 230 medali prestasi nasional dan internasional hanya dalam rentang Januari–Juni 2025.

Di sisi mutu akademik, 63 persen atau 150 dari 235 program studi telah meraih akreditasi unggul (A) di tingkat nasional, sedangkan di tingkat internasional 35 persen atau 83 program studi telah memperoleh akreditasi internasional.

Untuk visi jangka panjang hingga 2030, Prof JJ menetapkan arah pengembangan Unhas sebagai “Pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia (BMI)”.

Sementara untuk periode menengah 2025–2029, Unhas menargetkan terwujudnya “Unhas Mandiri dan Modern berbasis Benua Maritim Indonesia”

Sementara itu, Prof Budu, salah satu penantang, menekankan gagasan “Kampus Berdampak” dalam kertas kerjanya.

Ia mengedepankan pembentukan karakter mahasiswa dan penguatan intelektual yang membumi, disertai strategi kolaborasi sumber daya dan transformasi tata kelola perguruan tinggi.

Prof Budu berencana mengawal implementasi program “Kampus Berdampak” melalui kegiatan seperti Festival Kampus Berdampak dan inisiatif kolaboratif lain.

Dalam kertas kerjanya, ia juga menegaskan pentingnya berpegang pada dokumen Rencana Pengembangan Unhas 2030, yang telah menjadi peta jalan strategis sejak 2015.

Menurut Prof Budu, dokumen tersebut memuat visi Unhas sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia, serta menegaskan target dan isu strategis yang harus dicapai setiap lima tahun.

“Dalam kertas kerja ini, kami memotret ulang visi dan misi Unhas serta menegaskan kembali arah pengembangan sebagaimana tertuang dalam dokumen Unhas 2030,” ujar Prof Budu.(*)