PSM Makassar Masuk Zona Degradasi di Super League 2025

Statistik Ungkap Masalah Serius

INDEPENDENews.com, MAKASSAR – PSM Makassar masih tertahan di awal kompetisi Super League 2025.

Dari empat pertandingan yang dijalani, Juku Eja hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan sekali kalah.

Hasil tersebut membuat tim asuhan pelatih Bernardo Tavares (atau pelatih aktif) belum mampu menunjukkan performa tajam seperti yang diharapkan suporter.

Secara permainan, PSM tidak sepenuhnya buruk.

Mereka mencatat rata-rata penguasaan bola hingga 56 persen per laga dan total 42 tembakan dalam empat pertandingan.

Wiljan Pluim Gugat Manajemen PSM Makassar atas Tunggakan Gaji Rp2,2 Miliar

Namun, hanya 12 di antaranya yang tepat sasaran.

Dari sembilan peluang emas, hanya dua yang berbuah gol.

Efektivitas serangan pun tercatat rendah, hanya 22 persen.

Di lini belakang, masalah juga muncul. Dari total lima gol yang bersarang ke gawang PSM, tiga di antaranya terjadi pada menit 75 ke atas.

Catatan itu menunjukkan rapuhnya konsentrasi di fase akhir pertandingan. PSM pun belum sekali pun mencatatkan clean sheet.

Selain itu, rotasi pemain minim menjadi sorotan.

Dari lima kuota pergantian yang tersedia, PSM rata-rata hanya menggunakan dua pergantian pemain per laga.

Enam pemain inti tercatat bermain lebih dari 350 menit, menandakan ketergantungan besar pada skuad utama.

Tekanan mental juga turut memengaruhi. Saat unggul, PSM cenderung bermain bertahan terlalu dini, sehingga lawan mampu memanfaatkan celah dan menyamakan kedudukan.

Kombinasi dari serangan yang monoton, penyelesaian akhir yang tumpul, serta fokus yang menurun membuat PSM gagal mengamankan poin penuh.

Kompetisi yang semakin ketat dengan lawan-lawan yang diperkuat pemain asing berkualitas membuat PSM wajib segera berbenah.

Variasi serangan, efisiensi finishing, rotasi pemain, dan penguatan mental di menit akhir menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan.

Suporter kini menanti, kapan Juku Eja kembali menunjukkan karakter juara yang selama ini identik dengan tim kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.(*)