INDEPENDENews.com, SELAYAR – SMA Muhammadiyah 7 Makassar (SMUVEN) menggelar Educational Trip (Edutrip) 2026 bertajuk “Ekspedisi Tana Doang” di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 15–19 Oktober 2026.
Mengusung tema “Menapak Jalan, Lestarikan Budaya dalam Meneguhkan Martabat Bangsa”, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk menelusuri jejak sejarah, mengenal kearifan lokal, sekaligus memperkuat karakter dan identitas kebangsaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang dirancang untuk memperluas wawasan peserta didik melalui interaksi langsung dengan situs sejarah, kebudayaan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat setempat.
Tidak sekadar menjadi perjalanan edukatif, Edutrip 2026 juga diarahkan untuk menanamkan nilai kemandirian, kepedulian sosial, kecintaan terhadap tanah air, serta penghargaan terhadap warisan budaya bangsa.
Menelusuri Peninggalan Sejarah Selayar
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para siswa mengunjungi sejumlah situs dan peninggalan sejarah, di antaranya Museum Nekara, Gong Nekara, jangkar, serta meriam yang berdasarkan keterangan dalam kegiatan tersebut merupakan peninggalan kapal Cina yang karam.
Kunjungan lapangan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyaksikan secara langsung bukti-bukti sejarah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Kepulauan Selayar. Melalui pengalaman tersebut, peserta diajak memahami bahwa peninggalan masa lalu bukan sekadar benda bersejarah, melainkan sumber pengetahuan yang menyimpan nilai, identitas, dan perjalanan peradaban masyarakat.
Pembelajaran di lapangan juga mendorong siswa untuk melihat pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda yang akan meneruskan warisan sejarah bangsa.
Seminar Sejarah dan Budaya, Menggali Kearifan Lokal
Selain kunjungan lapangan, Edutrip 2026 menghadirkan seminar sejarah dan budaya Selayar yang berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Selayar. Seminar tersebut menghadirkan H. Syaiful Arif, S.H., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah sekaligus budayawan dan mantan Wakil Bupati Kepulauan Selayar selama dua periode.
Dalam pemaparannya, Syaiful mengajak peserta melakukan napak tilas sejarah dan budaya Selayar, mulai dari memahami kearifan lokal masyarakat hingga menelusuri perjalanan dakwah dan perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya daerah merupakan bekal penting bagi generasi muda agar tetap mengenali akar identitasnya sekaligus mampu mengambil pelajaran dari perjalanan masa lalu.
“Generasi muda perlu melakukan napak tilas sejarah dan budaya. Dari sana kita dapat memahami kearifan lokal masyarakat Selayar, sekaligus mengetahui perjalanan dakwah dan perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi menjadi pelajaran dan inspirasi bagi generasi berikutnya,” ungkap Syaiful.
Ia menekankan bahwa setiap daerah memiliki kekayaan tradisi, nilai, dan perjalanan sejarah yang perlu dipahami, dijaga, serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Kepala Sekolah: Edutrip Bagian dari Pengkaderan Generasi Muhammadiyah
Kepala SMA Muhammadiyah 7 Makassar, Gr. Sabri, S.Pd., menegaskan bahwa Edutrip merupakan bagian penting dari proses pendidikan sekaligus pengkaderan generasi Muhammadiyah.
Menurutnya, pembelajaran tidak seharusnya terbatas pada ruang kelas. Pengalaman langsung di tengah masyarakat menjadi salah satu cara untuk membangun karakter, memperkuat kemandirian, dan menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan serta kebudayaan bangsa.
“Edutrip bukan sekadar perjalanan atau kunjungan wisata. Ini merupakan bagian dari proses pengkaderan bagi generasi Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengenal sejarah, budaya, lingkungan, masyarakat, sekaligus membangun karakter, kemandirian, kepedulian dan rasa cinta terhadap bangsa,” ujar Sabri.
Ia berharap pengalaman belajar melalui Edutrip dapat membentuk peserta didik yang memiliki wawasan luas, mampu menghargai keberagaman, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berkemajuan.
Ketua OSIS/IPM: Pengalaman Langsung yang Berkesan
Manfaat kegiatan juga dirasakan langsung oleh para peserta. Muh. Abdal, Ketua OSIS/IPM SMA Muhammadiyah 7 Makassar, menilai Edutrip 2026 memberikan pengalaman berharga karena siswa dapat mengenal Selayar tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui pengamatan dan interaksi secara langsung.
“Kegiatan Edutrip sangat bermanfaat bagi kami. Kami dapat mengeksplorasi budaya dan daerah Selayar sekaligus mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar dari buku dan kelas, tetapi bisa melihat dan merasakan langsung sejarah serta budaya yang ada di Selayar,” kata Abdal.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin banyak pengalaman belajar yang dapat diperoleh siswa di luar lingkungan sekolah.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Edutrip bukan hanya mencerdaskan generasi bangsa, tetapi juga mengajarkan kami untuk melestarikan budaya, menumbuhkan rasa memiliki, serta meningkatkan kecintaan terhadap tanah air Indonesia,” tambahnya.
Dari Perjalanan Menjadi Pembelajaran untuk Masa Depan
Edutrip 2026 “Ekspedisi Tana Doang” menjadi salah satu upaya SMA Muhammadiyah 7 Makassar menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.
Melalui kunjungan situs sejarah dan seminar kebudayaan, para siswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal, identitas bangsa, dan pentingnya menjaga warisan leluhur.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui pengalaman nyata, dialog, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat. Dengan mengenal sejarah dan budaya daerah, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami masa lalu, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjaga keberagaman dan membangun masa depan bangsa.
Melalui semangat “Menapak Jalan, Lestarikan Budaya dalam Meneguhkan Martabat Bangsa”, SMUVEN berupaya menumbuhkan generasi yang berilmu, berkarakter, mencintai tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Dari Selayar, para siswa belajar bahwa perjalanan mengenal sejarah bukan sekadar menengok masa lalu, melainkan juga meneguhkan identitas dan menyiapkan generasi penerus bangsa. (*)
- Selamat! Affandy Agusman Aris Jabat Wakil Rektor I Universitas Patria Artha - 20 Oktober 2026
- Ekspedisi Tana Doang: SMA Muhammadiyah 7 Makassar Kenalkan Sejarah dan Budaya Generasi Muda - 20 Oktober 2026
- Paini: Terima Kasih WIZ dan Paragon - 19 Oktober 2026

